Astra UD Trucks memperkenalkan implementasi program keberlanjutan atau sustainability melalui kunjungan ke Desa Sejahtera Astra (DSA) Boja Farm di Tajurhalang, Bogor, pada Kamis (21/5/2026). Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan, ekonomi, dan edukasi.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk memperlihatkan secara langsung pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan secara berkelanjutan, seperti dilansir dari Otomotif. Chief Executive Officer Astra UD Trucks, Bambang Widjanarko mengklaim bahwa komitmen lingkungan ini juga selaras dengan produk kendaraan mereka yang diklaim ramah terhadap keseimbangan alam.
"Masing-masing company di Astra termasuk Astra UD Trucks punya istilah kita CSR. Nah satunya kita bangun community sustainability. Misalnya kita seperti kita dulu pernah menanam pohon, kemudian masalah-masalah emisi gas buang. Jadi, secara produk kita sudah memang ramah lingkungan," kata Bambang Widjanarko, Kamis (21/5/2026).
Pihak manajemen juga menegaskan bahwa emisi yang dihasilkan oleh produk kendaraan besar UD Trucks memiliki kualitas yang baik bagi lingkungan sekitar. Penyelarasan aspek bisnis dan kepedulian sosial ini diwujudkan melalui kemitraan strategis dengan kawasan pertanian lokal di wilayah Bogor.
Boja Farm sendiri merupakan kawasan pertanian organik yang telah terintegrasi menjadi bagian dari program Desa Sejahtera Astra sejak tahun 2022. Area ini memadukan budidaya tanaman organik, pengolahan produk hilirisasi bernilai tambah, hingga penyediaan fasilitas wisata alam serta edukasi seperti wisata edukasi, glamping, dan penginapan.
Pengembangan kawasan pertanian ini dirancang menjadi percontohan model agraria berkelanjutan yang tidak hanya berfungsi menjaga stabilitas ekosistem lingkungan, namun juga mampu memberikan kontribusi dan nilai ekonomi nyata bagi warga setempat.
"Melalui kegiatan ini, Astra UD Trucks ingin menunjukkan bahwa sustainability tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga pada penguatan ekonomi masyarakat lokal, pengembangan potensi desa, serta kolaborasi yang mampu menciptakan dampak sosial berkelanjutan," kata Bambang Widjanarko.