PT Astra International Tbk (ASII) menjadwalkan penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis (23/4/2026). Dilansir dari Investortrust, salah satu agenda utama yang dinantikan oleh para investor adalah penetapan penggunaan laba bersih tahun buku 2025, termasuk keputusan pembagian dividen.
Selain membahas mengenai kebijakan dividen, agenda RUPST tersebut juga dirancang untuk membahas persetujuan laporan tahunan 2025. Rapat ini juga akan menentukan pengangkatan anggota dewan komisaris dan direksi baru, penetapan honorarium, serta penunjukan kantor akuntan publik.
Sebelumnya, Presiden Direktur Astra International Djony Bunarto Tjondro pada Februari 2026 menyampaikan manajemen mengusulkan total dividen tunai sebesar Rp 15,8 triliun untuk tahun buku 2025.
"Nilai tersebut setara Rp 390 per saham, terdiri atas dividen interim Rp 98 per saham yang telah dibayarkan pada Oktober 2025 dan dividen final Rp292 per saham." kata Djony Bunarto Tjondro.
Usulan alokasi dividen untuk periode ini tercatat lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pada tahun buku 2024. Pada tahun sebelumnya, emiten berkode saham ASII ini membagikan total dividen mencapai Rp16,43 triliun atau setara dengan Rp406 per saham.
Dividen tahun buku 2024 tersebut terdiri dari dividen interim senilai Rp98 per saham serta dividen final sebesar Rp308 per saham yang digelontorkan kepada para pemegang saham.
Dari sisi capaian kinerja keuangan, ASII membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 32,76 triliun sepanjang tahun 2025. Angka laba bersih ini mengalami penurunan sebesar 3,2% jika dibandingkan dengan perolehan tahun 2024 yang mencapai Rp 33,90 triliun.
Penyusutan laba bersih tersebut berjalan seiring dengan melemahnya total pendapatan perseroan menjadi Rp323,39 triliun. Pada periode tahun sebelumnya, Astra International mampu mengantongi pendapatan sebesar Rp328,48 triliun.
Kondisi ini turut memicu penurunan total laba tahun berjalan perseroan dari Rp43,27 triliun menjadi Rp 40,20 triliun pada 2025. Dampaknya, laba per saham ASII juga mengalami penurunan menjadi Rp810 dari yang sebelumnya berada di angka Rp837 per lembar saham.
Meskipun demikian, Astra International berhasil mencatatkan pertumbuhan pada pos aset dengan kenaikan total aset menjadi Rp 507,36 triliun pada 2025 dari sebelumnya Rp471,44 triliun pada 2024. Di sisi lain, total liabilitas perusahaan juga mengalami peningkatan dari Rp199,44 triliun menjadi Rp216,65 triliun.