Perusahaan joint venture milik PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan Glencore, Aster Chemicals & Energy (Aster), menetapkan investasi final untuk proyek ekspansi kapasitas ekspor etilena (C2). Proyek senilai US$ 80 juta ini berlokasi di kompleks Ethylene Cracker milik Aster di Singapura.
Seperti diberitakan oleh Investortrust, saham TPIA justru kembali tertekan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (19/5/2026). Saham emiten milik Prajogo Pangestu ini anjlok 13,92% ke level Rp 3.150 pada sesi I, yang mengakumulasi penurunan lebih dari 48% selama sebulan terakhir.
Dalam pelaksanaan proyek ini, Aster menunjuk Toyo Engineering Corporation dan UTOC Engineering Pte Ltd sebagai mitra utama. Keduanya bertanggung jawab atas pekerjaan rekayasa detail, pengadaan, dan konstruksi pemasangan sistem pendingin etilena paralel serta ekspansi fasilitas logistik ekspor di Bukom.
Proyek strategis ini ditargetkan selesai pada tahun 2027 mendatang. Melalui ekspansi tersebut, kapasitas ekspor etilena dari Bukom akan meningkat dua kali lipat, sekaligus memperkuat integrasi dengan pabrik cracker Chandra Asri yang berada di Cilegon.
Langkah ini diproyeksikan mampu memperkokoh rantai nilai turunan C2 di kedua lokasi. Selain itu, proyek ini mempertegas posisi Singapura sebagai pusat strategis jaringan pasokan petrokimia di kawasan Asia.
Toyo Engineering Corporation dipilih karena rekam jejak luas dalam konstruksi fasilitas pengolahan hidrokarbon di Asia. Sementara UTOC Engineering Pte Ltd memiliki spesialisasi kuat dalam pembangunan pabrik industri.
Kemitraan Strategis di Singapura
Pemilihan kedua kontraktor didasarkan pada kemampuan teknis, disiplin operasional, serta kontribusi terhadap penciptaan tenaga kerja terampil di Singapura. Penunjukan ini menandai dimulainya fase krusial bagi pengembangan bisnis perusahaan.
Direktur Proyek dan Teknologi Aster, Mashhad Dohadwala, memberikan penjelasannya terkait kemitraan ini.
ÔÇ£Pemberian kontrak ini menandai dimulainya fase implementasi visi kami untuk membangun kapasitas ekspor etilena yang lebih besar, keandalan pasokan yang lebih kuat, dan integrasi yang lebih dalam di seluruh rantai nilai kami. Seiring meningkatnya permintaan etilena di Asia, kemampuan Singapura untuk menjadi pusat ekspor berkapasitas besar dan andal menjadi penting, baik secara komersial bagi pelanggan kami maupun secara strategis bagi posisi Singapura dalam jaringan energi dan kimia global. Toyo dan UTOC adalah mitra yang tepat untuk mewujudkan hal tersebut,ÔÇØ kata Mashhad dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).
Komitmen serupa juga disampaikan oleh Senior Executive Officer sekaligus Direktur Unit Pengembangan Bisnis dan Pemasaran Toyo, Eiji Sakata.
ÔÇ£Kami merasa terhormat dipercaya mengerjakan proyek revamp Ethylene Chiller Unit yang memegang peranan penting dalam inisiatif Aster untuk memperluas kapasitas ekspor etilena. Dengan pengalaman luas kami pada fasilitas yang sudah ada, kami berkomitmen menghadirkan eksekusi proyek yang andal dan berkualitas tinggi guna mendukung keberhasilan proyek ini,ÔÇØ ujar Eiji.
Pihak mitra konstruksi lainnya juga memastikan kesiapan mereka untuk menjaga standar kerja selama proyek berlangsung.
ÔÇ£Kami merasa sangat terhormat mendapatkan kontrak ini dan kesempatan untuk memperkuat kolaborasi antara Aster dan UTOC. Kami berkomitmen memberikan hasil melampaui ekspektasi, khususnya dalam aspek keselamatan, kualitas, dan pelaksanaan proyek,ÔÇØ kata Kelvin.