Investor asing mencatatkan transaksi jual bersih atau net sell sebesar Rp 1,09 triliun pada perdagangan saham sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (25/5/2026). Meskipun demikian, investor asing justru melakukan aksi beli besar-besaran pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Berdasarkan data BEI yang dilansir dari Investor Daily melalui Stockbit Sekuritas, asing membukukan beli bersih atau net buy saham BBCA senilai Rp 213,5 miliar. Nilai ini dihitung berdasarkan harga rata-rata pada perdagangan sesi I dengan volume mencapai 35,32 juta saham.
Aksi beli di pasar reguler tersebut berlangsung saat harga saham BBCA mengalami penguatan. Saham bank swasta terbesar di Indonesia ini terpantau menguat 3,81 persen ke level Rp 6.125. Pergerakan ini membuat saham BBCA tumbuh 1,2 persen dalam sebulan terakhir, meskipun secara year to date (ytd) masih terkoreksi 24 persen.
Data dari IDX menunjukkan aktivitas perdagangan saham BBCA yang sangat tinggi. Tercatat ada sebanyak 170,4 juta saham BBCA yang ditransaksikan dengan frekuensi mencapai 22,4 ribu kali. Nilai total transaksi saham ini menyentuh angka Rp 1,030 triliun.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan situasi perdagangan pada akhir pekan lalu. Pada Jumat (22/5/2026), saham BBCA justru banyak dilepas oleh investor asing dengan nilai net sell mencapai Rp 322,3 milar.
Sementara itu, CGS International Sekuritas Indonesia memprediksi target terdekat saham BBCA berada pada rentang harga Rp 5.975 hingga Rp 6.050. Angka tersebut kini sudah terlampaui oleh harga pasar saat ini.
Secara analisis teknikal, CGS International Sekuritas Indonesia menetapkan posisi support untuk saham BBCA. Area support saham tersebut diperkirakan berada pada level Rp 5.750 hingga Rp 5.825.