Asing Jual Saham Bank Rp16,1 Triliun Picu IHSG Anjlok ke 6.956

Asing Jual Saham Bank Rp16,1 Triliun Picu IHSG Anjlok ke 6.956
Foto: Ilustrasi Asing Jual Saham Bank Rp16,1 Triliun Picu IHSG Anjlok ke 6.956.

Aksi jual bersih (net sell) investor asing melanda pasar saham Indonesia sepanjang April 2026. Seperti diberitakan oleh Investortrust, pemodal asing melepas tiga saham bank berkapitalisasi besar dengan nilai total mencapai Rp16,1 triliun.

Nilai pelepasan tersebut mendominasi aktivitas keluar modal asing dari pasar domestik. Angka ini berkontribusi sebesar 94,59% dari keseluruhan penjualan bersih asing di seluruh pasar yang tercatat senilai Rp17,02 triliun.

Gelombang penjualan yang terus berlanjut ini menjadi pendorong utama merosotnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG mengalami pelemahan sebesar 1,30% dan parkir di level 6.956.

Data BEI menunjukkan bahwa tekanan jual terbesar dialami oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan catatan net sell asing mencapai Rp5,89 triliun. Posisi berikutnya ditempati oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai penjualan bersih Rp5,60 triliun.

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga mencatatkan aksi lepas saham oleh investor asing sebesar Rp4,61 triliun. Selain sektor perbankan, aksi jual menyasar PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) senilai Rp1,51 triliun di pasar negosiasi, serta PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang membukukan net sell Rp1,43 triliun.

Khusus pada periode 27-30 April, pemodal asing kembali mencatatkan penjualan bersih senilai Rp7,06 triliun. Tambahan ini membuat akumulasi net sell asing sepanjang tahun berjalan (ytd) menyentuh angka Rp49,87 triliun.

Harga Saham Perbankan Menyentuh Level Terendah

Tekanan jual yang masif berimbas langsung pada koreksi tajam harga saham ketiga bank papan atas tersebut hingga menyentuh level terendah dalam beberapa tahun terakhir.

Daftar Pergerakan Nilai dan Harga Saham Bank Besar April 2026
Kode SahamPenjualan Bersih (Net Sell)Penurunan HargaHarga PenutupanCatatan Rekor Terendah
BBRIRp5,89 Triliun11,01%Rp2.990Terendah dalam 6 tahun terakhir (sejak pertengahan 2020)
BBCARp5,60 Triliun9,30%Rp5.850Terendah dalam 6 tahun terakhir (sejak pertengahan 2020)
BMRIRp4,61 Triliun7,19%Rp4.390Terendah dalam 4,5 tahun terakhir (sejak pertengahan 2022)

Saham BBRI mengalami kemerosotan paling dalam dengan penurunan sebesar 11,01% ke level Rp2.990 per lembar saham. Level penutupan ini menjadi titik terendah bagi BBRI sejak pertengahan tahun 2020.

Kondisi serupa dialami saham BBCA yang terkoreksi lebih dari 9,30% menjadi Rp5.850 per lembar saham. Posisi harga tersebut menyamai level terendah saham BBCA dalam kurun waktu enam tahun ke belakang.

Sementara itu, saham BMRI mencatatkan persentase penurunan paling rendah di antara ketiganya, yakni melemah 7,19% menuju posisi Rp4.390 per lembar saham. Angka penutupan ini menjadi level harga terendah bagi BMRI dalam 4,5 tahun terakhir atau sejak pertengahan tahun 2022.

Artikel terkait

Rekomendasi