Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi memperpanjang masa gencatan senjata dengan Iran guna memberikan kesempatan bagi Teheran mengajukan proposal perdamaian baru, meskipun militer AS tetap diperintahkan melanjutkan blokade di wilayah perairan strategis.
Langkah penundaan serangan militer ini diambil atas permintaan mediator dari Pakistan setelah putaran negosiasi pertama di Islamabad pada 11-12 April 2026 berakhir tanpa kesepakatan, sebagaimana dilansir dari Kompas pada Kamis (23/4/2026).
Donald Trump menegaskan bahwa militer Amerika Serikat akan terus berada dalam posisi siap siaga untuk melakukan tindakan jika proses diskusi menemui jalan buntu.
"Saya telah mengarahkan militer kita untuk melanjutkan blokade, dan dalam semua hal lainnya, tetap siap dan mampu. Oleh karena itu, akan memperpanjang gencatan senjata sampai proposal mereka diajukan, dan diskusi diselesaikan, dengan satu atau lain cara," kata Trump, Presiden AS.
Pakar Hubungan Internasional Binus University, Tia Mariatul Kibtiah, menilai pendekatan keras yang sering ditunjukkan Trump saat ini kurang efektif untuk membawa Iran kembali ke meja perundingan tahap kedua.
"Mendekati Iran itu tidak bisa dengan cara yang dilakukan oleh Trump saat ini, misalnya tiba-tiba menyerang, menekan secara psikologis, kemudian mem-pressure (menekan)," kata Tia Mariatul Kibtiah, Dosen HI Binus University.
Tia menambahkan bahwa posisi Amerika Serikat kini cukup terdesak oleh agenda domestik seperti pemilihan paruh waktu yang menuntut kepastian situasi luar negeri.
"Masalahnya, Amerika Serikat saat ini sudah tidak ada pilihan, sudah mau mendekati ke midterm election (pemilu paruh waktu) juga begitu ya. Jadi, memang harus mau membuat Iran kembali (ke meja perundingan)," ujar Tia Mariatul Kibtiah.
Dari pihak Teheran, Duta Besar Iran untuk PBB Amir-Saeid Iravani menyatakan syarat mutlak bagi keberlanjutan proses diplomasi adalah penghentian segala bentuk blokade ekonomi dan militer.
"Amerika Serikat harus menghentikan pelanggaran gencatan senjata sebelum negosiasi apa pun," kata Amir-Saeid Iravani, Duta Besar Iran untuk PBB.
Pemerintah Iran menegaskan kesiapan mereka untuk menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk opsi militer jika Amerika Serikat tidak segera mencabut blokade di Selat Hormuz.
"Segera setelah mereka mencabut blokade, negosiasi babak selanjutnya akan digelar di Islamabad (Pakistan). Iran siap untuk skenario apa pun," kata Amir-Saeid Iravani.