Archi Indonesia Bidik Produksi Emas Naik 15 Persen pada 2026

Archi Indonesia Bidik Produksi Emas Naik 15 Persen pada 2026
Foto: Ilustrasi Archi Indonesia Bidik Produksi Emas Naik 15 Persen pada 2026.

PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) memproyeksikan kenaikan volume produksi emas minimal 15 persen pada 2026 setelah mencatatkan hasil positif sepanjang tahun sebelumnya. Target ambisius ini disampaikan manajemen dalam paparan publik yang berlangsung di Jakarta pada Kamis (7/5/2026) sebagai bagian dari rencana jangka panjang perseroan.

Strategi pertumbuhan tersebut akan didukung oleh dimulainya konstruksi peningkatan kapasitas pabrik pengolahan dari semula 4 juta ton menjadi 6 juta ton per tahun. Ekspansi ini dilakukan bersamaan dengan pengembangan tambang bawah tanah di wilayah konsesi serta penguatan aktivitas eksplorasi untuk menambah cadangan emas perusahaan.

Direktur Utama PT Archi Indonesia Tbk. Rudy Suhendra menjelaskan bahwa proyek peningkatan fasilitas pengolahan merupakan langkah strategis untuk memperkuat fundamental operasional perusahaan di masa depan.

"Proyek ini ditargetkan meningkatkan produksi emas serta mengoptimalkan nilai aset perseroan ke depannya," ujarnya dalam paparan publik di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Berdasarkan data operasional yang dilansir dari Market, ARCI berhasil memproduksi 122.000 ons emas pada 2025, atau melonjak 31 persen secara tahunan. Capaian tersebut dipicu oleh operasional kembali Pit Araren serta kontribusi dari Pit Marawuwung dengan rata-rata kadar emas mencapai 1,18 gram per ton.

Lonjakan produksi tersebut berdampak signifikan pada laporan keuangan 2025, di mana pendapatan perseroan melesat 72 persen menjadi US$496 juta. Laba bersih ARCI juga mengalami kenaikan drastis menjadi US$103 juta, berbanding terbalik dengan perolehan tahun 2024 yang hanya sebesar US$10 juta.

Rudy Suhendra menekankan bahwa kinerja keuangan yang impresif ini merupakan hasil dari konsistensi manajemen dalam menerapkan efisiensi dan disiplin finansial.

"Perseroan berkomitmen meningkatkan kegiatan operasi secara berkelanjutan," katanya.

Selain fokus pada emas, emiten berkode saham ARCI ini mulai merambah sektor energi melalui anak usahanya, PT Toka Tindung Geothermal (TTG). Entitas tersebut telah mengantongi izin panas bumi sejak Juni 2025 dan kini statusnya telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Kinerja laba yang kuat juga memungkinkan perseroan memberikan imbal hasil kepada pemegang saham melalui pembagian dividen total senilai US$60 juta. Keputusan ini telah disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Rajawali Palace, Jakarta.

Besaran dividen tersebut setara dengan rasio pembayaran 60 persen dari total laba bersih tahun buku 2025. Terkait mekanisme pembayaran, perusahaan telah menyalurkan sebagian dana tersebut pada akhir tahun lalu sebagai dividen awal.

Direktur Utama Archi Indonesia Rudi Suhendra menjelaskan bahwa dari total US$60 juta tersebut, sebesar 30% atau US$30 juta telah dibayarkan perseroan kepada pemegang saham sebagai dividen interim pada Desember 2025.

Dengan sisa kewajiban pembayaran yang dijadwalkan pada pertengahan tahun ini, para investor akan menerima distribusi keuntungan tahap kedua sesuai jadwal yang ditentukan.

"Sisanya [30%] akan dibagikan pada Juni mendatang," ujar Rudi.

Artikel terkait

Rekomendasi