PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) tengah memacu peningkatan kapasitas produksi lewat proyek ekspansi smelter senilai 120 juta dolar AS yang dijadwalkan mulai berjalan pada tahun ini. Emiten produsen emas murni tersebut bakal mendanai seluruh proyek peningkatan kapasitas ini menggunakan cadangan kas internal perusahaan.
Langkah ini diambil setelah hasil studi kelayakan atau scoping study yang rampung pada Januari 2026 menyatakan bahwa proyek penambahan kapasitas tersebut sangat layak untuk dijalankan. Melalui proyek ini, volume pemrosesan ditargetkan melonjak sebesar 50 persen.
Kapasitas pemrosesan pabrik ARCI yang semula berada di angka 4 juta ton akan ditingkatkan menjadi 6 juta ton per tahun. Agenda ekspansi pabrik pengolahan ini sekaligus memperkuat program hilirisasi industri pertambangan di dalam negeri.
Perwakilan Hubungan Investor ARCI, Fredric, memaparkan hasil studi kelayakan tersebut dalam acara public expose di Jakarta. Proyek penambahan kapasitas ini diproyeksikan tidak akan membebani perusahaan dengan utang baru dari luar.
"Studi kelayakan menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas pabrik sebesar 50% ini sangat layak," kata Fredric.
Fredric menjelaskan bahwa alokasi anggaran modal untuk proyek tersebut berkisar antara 100 juta dolar AS hingga 120 juta dolar AS. Dana tersebut segera dikucurkan agar fasilitas pengolahan dapat beroperasi tepat waktu.
"Anggaran berdasarkan studi kelayakan untuk penambahan kapasitas smelter adalah sekitar $100 juta hingga $120 juta hingga siap beroperasi," ujar Fredric.
Keputusan ekspansi ini menyusul capaian kinerja keuangan perusahaan yang tumbuh signifikan pada awal tahun. Berdasarkan laporan kuartal pertama tahun 2026, laba bersih perusahaan melonjak hingga 187,9 persen menjadi 30,19 juta dolar AS.
Pencapaian laba bersih tersebut meningkat tajam dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 10,48 juta dolar AS. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan volume produksi serta pergerakan harga emas global yang menguntungkan.
Sepanjang tahun fiskal 2025, emiten tambang ini membukukan total laba bersih setahun penuh sebesar 102,52 million dolar AS. Direktur Utama PT Archi Indonesia Tbk, Rudy Suhendra, menyebutkan tingkat efisiensi operasional mendorong perbaikan performa keuangan perusahaan.
Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), ARCI juga telah menyetujui pembagian total dividen tahun buku 2025 sebesar 60 juta dolar AS atau sekitar Rp1,02 triliun. Jumlah ini mencerminkan rasio pembayaran dividen sebesar 60 persen dari total laba.
"Penggunaan laba bersih tahun 2025 terdiri dari dividen senilai $60 juta, atau sekitar 60% dari laba yang dibukukan oleh perusahaan," tutur Rudy.
Perusahaan sebelumnya telah membagikan sebagian keuntungan tersebut sebagai dividen interim senilai 30 juta dolar AS pada Desember 2025. Sisa pembayaran dividen berkisar 30 juta dolar AS dijadwalkan masuk ke rekening pemegang saham pada Juni 2026.