PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) menetapkan pembagian dividen tahun buku 2025 senilai US$ 60 juta atau setara Rp 1,02 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta pada Kamis (7/5/2026), sebagaimana dilansir dari Investortrust.
Nilai total dividen tersebut mengambil porsi sekitar 60 persen dari keseluruhan laba bersih yang dikantongi perusahaan sepanjang tahun buku 2025.
ÔÇ£Penggunaan laba bersih perseroan tahun 2025 terdiri atas dividen senilai US$ 60 juta atau kurang lebih 60% dari profit yang dibukukan oleh perusahaan,ÔÇØ kata Rudy dalam paparan publik usai RUPST di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Manajemen menjelaskan bahwa senilai US$ 30 juta atau setara Rp 449,83 miliar (Rp 19,81 per saham) telah disalurkan sebagai dividen interim pada 16 Desember 2025, sementara sisanya dibayarkan pada Juni 2026.
Sepanjang tahun 2025, emiten pertambangan emas ini membukukan laba bersih total US$ 102,52 juta dengan ditopang oleh pendapatan yang mencapai US$ 496,22 juta.
Pasar domestik menjadi penyumbang pendapatan terbesar senilai US$ 390,86 juta, sedangkan pasar luar negeri berkontribusi sebesar US$ 96,37 juta.
Kinerja positif berlanjut hingga kuartal I-2026 dengan lonjakan laba periode berjalan sebesar 187,9 persen menjadi US$ 30,19 juta dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang bernilai US$ 10,48 juta.
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan pada kuartal pertama tahun ini juga naik menjadi US$ 136,91 juta dari posisi sebelumnya US$ 90,78 juta.
Memasuki tahun operasional 2026, korporasi menargetkan pertumbuhan produksi emas minimal 15 persen melalui strategi ekspansi operasional dan peningkatan kapasitas pabrik pengolahan.
Kapasitas throughput pabrik akan ditingkatkan dari 4 juta ton menjadi 6 juta ton per tahun melalui konstruksi yang dijadwalkan mulai pada semester I-2026.
Langkah operasional lainnya mencakup perluasan penambangan bawah tanah di Proyek Toka Tindung wilayah Marawuwung serta intensifikasi kegiatan eksplorasi melalui airborne geophysical survey dan pengeboran terarah.