Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi atau The National Center for Meteorology (NCM) terus mengembangkan layanan digital inovatif untuk memantau cuaca. Pengawasan kondisi atmosfer tersebut kini memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Langkah mutakhir ini diperkuat dengan peluncuran laporan khusus serta aplikasi multibahasa. Fasilitas ini dihadirkan guna mendongkrak kualitas pelayanan bagi para jemaah haji, seperti dilansir dari Detikcom.
Direktur Jenderal Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi di NCM, Dr Turki Habibullah, menyatakan bahwa penerapan teknologi AI dalam prakiraan cuaca sudah dimulai sejak tahun lalu. Sistem baru ini menunjukkan efisiensi yang luar biasa jika dibandingkan dengan model numerik Saudi yang saat ini beroperasi.
Sistem berbasis AI memiliki keunggulan utama berupa kemampuan menghasilkan prakiraan cuaca dalam hitungan detik. Karakteristik ini berbeda dari model numerik tradisional yang memerlukan komputasi berkinerja tinggi serta sistem operasi kompleks dengan waktu pemrosesan jauh lebih lama.
Model baru yang memanfaatkan kecerdasan buatan tersebut diberi nama Bayan. Saat ini, sistem Bayan masih berada dalam tahap pengujian serta evaluasi yang mendalam.
Peluncuran resmi model Bayan diperkirakan berlangsung pada akhir tahun 2026. Jadwal ini ditetapkan setelah seluruh persiapan teknis dan operasional yang dibutuhkan selesai dikerjakan.
Inovasi lain yang menonjol pada pelaksanaan haji 2026 adalah pengenalan Laporan Cuaca untuk lokasi Miqat. Layanan teranyar ini berfungsi menyajikan pembaruan kondisi cuaca selama 24 jam nonstop bagi petugas di kawasan Miqat.
Informasi berkala tersebut menjadi sumber daya yang sangat penting bagi operasional. Terutama karena banyaknya lembaga pelayanan serta fasilitas kesehatan yang bertugas di titik-titik Miqat tersebut.
Pembaruan Fitur Aplikasi Anwaar
NCM juga konsisten menerbitkan beragam dokumen publik, termasuk prakiraan cuaca untuk jangka waktu sepuluh hari. Format informasi lain berupa pengarahan pagi dan sore harian, hingga laporan kondisi jalur transportasi.
Seluruh laporan tersebut memuat indikator krusial seperti tekanan panas dan prediksi cuaca yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional lembaga terkait. Di samping itu, optimalisasi sistem juga menyasar sektor aplikasi mobile.
Aplikasi Anwaar telah diperbarui tahun ini demi mendukung sembilan bahasa yang berbeda untuk mempermudah akses informasi bagi jemaah dari berbagai penjuru dunia. Platform ini menyediakan data cuaca per jam secara real-time, citra satelit, serta informasi radar.
Program ini diperluas oleh NCM dengan menambahkan lima bahasa baru demi menjamin peringatan cuaca darurat tersampaikan secara efektif. Selain itu, Dr Turki Habibullah mengungkapkan adanya layanan berbasis AI yang mampu memproduksi prakiraan cuaca dalam format audio berbahasa Inggris.