Pemerintah Arab Saudi meresmikan terminal keempat program Inisiatif Rute Makkah di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Selasa (21/4/2026). Peresmian ini bertujuan untuk menyederhanakan prosedur keberangkatan bagi jamaah haji Indonesia sebelum menuju ke Tanah Suci.
Layanan pra-keberangkatan ini kini menjangkau lebih banyak embarkasi di Indonesia guna meningkatkan kualitas pelayanan bagi jamaah. Peluncuran terminal di Makassar bertepatan dengan pemberangkatan kloter pertama jamaah haji dari wilayah tersebut menuju Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz di Madinah, dilansir dari Cahaya.
Penyederhaan prosedur melalui program ini mencakup penyelesaian administrasi penting langsung di bandara asal, seperti penerbitan visa haji elektronik dan pengambilan data biometrik. Skema tersebut memastikan jamaah tidak lagi menghadapi antrean panjang imigrasi saat mendarat di Arab Saudi.
Verifikasi persyaratan kesehatan juga dilakukan secara terintegrasi sebelum petugas dari Direktorat Jenderal Paspor Saudi menjalankan proses keimigrasian di lokasi keberangkatan. Sistem ini dirancang agar alur kedatangan di bandara tujuan menjadi lebih tertata dan efisien bagi ribuan jamaah.
Selain urusan dokumen, Inisiatif Rute Makkah mengatur pengelolaan bagasi jamaah dengan sistem pelabelan khusus berdasarkan lokasi akomodasi. Bagasi disortir dan dikirim secara terpisah oleh pihak otoritas langsung menuju penginapan jamaah di Makkah maupun Madinah.
Inovasi logistik ini memungkinkan jamaah haji untuk langsung menaiki bus transportasi setibanya di Arab Saudi tanpa perlu menunggu pemeriksaan barang bawaan di bandara. Kerja sama bilateral antara Indonesia dan Arab Saudi melalui program ini diharapkan dapat menjamin kelancaran serta kenyamanan seluruh rangkaian ibadah haji.