Raksasa teknologi Apple dilaporkan telah mengucurkan dana jutaan dollar AS untuk sektor industri kacang makadamia di Queensland, Australia. Langkah strategis ini merupakan bagian dari pengembangan aset modal alam yang dirancang untuk menyerap karbon.
Investasi tersebut difokuskan pada praktik pertanian berkelanjutan yang mampu menghasilkan keuntungan finansial sekaligus dampak positif bagi lingkungan. Proyek besar yang dinamakan Project Paradise ini berlokasi di kawasan antara Bundaberg dan Woodgate.
Sebanyak hampir 800.000 pohon makadamia muda ditanam di atas lahan seluas 1.800 hektar yang dilansir dari Lestari. Sebelumnya, area yang berada sekitar 350 kilometer di utara Brisbane tersebut merupakan lahan budidaya tebu intensif.
Project Paradise kini tercatat sebagai salah satu kebun makadamia terbesar di Australia, dengan alokasi 100 hektar lahan khusus untuk restorasi ekosistem. Pengelolaan dana investasi ini dipercayakan kepada Climate Asset Management (CAM) yang berbasis di London.
CAM sendiri telah menghimpun dana lebih dari 1 miliar dollar AS melalui kolaborasi Natural Capital and Nature Based Carbon Fund bersama Restore Fund milik Apple. Dana tersebut dialokasikan untuk membiayai berbagai inisiatif berbasis alam di berbagai belahan dunia.
Pihak Apple menargetkan seluruh rantai pasok dan operasional bisnisnya mencapai status netral karbon pada tahun 2030. Project Paradise dipandang sebagai instrumen penting dalam mencapai tujuan iklim global perusahaan tersebut.
Dalam laporannya, Apple menjelaskan bahwa proyek ini menerapkan pengelolaan lahan regeneratif yang meningkatkan kualitas tanah. Selain itu, penggunaan air menjadi lebih efisien serta keanekaragaman hayati di sekitar lokasi perkebunan ikut diperkuat.
Chief Investment Officer CAM, Ben O'Donnell, mengungkapkan bahwa minat terhadap aset modal alam kian meningkat di kalangan investor. Hal ini sejalan dengan upaya korporasi global dalam menyeimbangkan portofolio investasi mereka menuju target emisi nol bersih.
ÔÇ£Kami melihat peningkatan minat investor terhadap peluang di sektor modal alam untuk membantu menyeimbangkan portofolio investasi yang menargetkan net zero,ÔÇØ ujar Ben O'Donnell sebagaimana dikutip dari ABC.
Potensi Ekonomi dan Keunggulan Ekologis Makadamia
Operasional teknis di lapangan saat ini ditangani oleh perusahaan lokal bernama Macadamia Farm Management. Direktur Macadamia Farm Management, Scott Allcott, menekankan keunggulan geografis Bundaberg bagi tanaman ini.
Menurut Scott Allcott, wilayah tersebut memiliki perpaduan karakteristik tanah dan curah hujan yang sangat ideal. Ia juga menilai investasi pada makadamia jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan sektor energi fosil seperti batu bara.
ÔÇ£Makadamia adalah cara investasi yang lebih bersih dibandingkan menaruh uang di batu bara atau sektor yang lebih buruk,ÔÇØ kata Scott Allcott.
Tren positif ini juga diikuti oleh New Forests, perusahaan investasi global lainnya yang mengakuisisi 636 hektar lahan di Queensland pada awal 2026. Sebagian besar lahan tersebut digunakan untuk ekspansi kebun makadamia dan pelestarian vegetasi alami.
Director of Agriculture New Forests, Bruce King, menyatakan bahwa tanaman makadamia sangat menarik bagi investor hijau. Selain menghasilkan komoditas bernilai tinggi, pohon ini memiliki kemampuan alami dalam menyimpan karbon di biomassa dan tanah.
Meskipun Australia memiliki sistem Australian Carbon Credit Unit (ACCU), aturan resmi mengenai kredit karbon untuk tanaman hortikultura tahunan masih dalam tahap penantian. Namun, optimisme investor tetap tinggi didorong oleh data ilmiah yang ada.
Studi dari University of Tasmania pada tahun 2025 menunjukkan bahwa kebun makadamia di Australia berfungsi sebagai penyerap karbon bersih. Hal ini memperkuat posisi sektor pertanian sebagai instrumen vital dalam strategi bisnis rendah karbon masa depan.