Aplikasi Mammora hadir sebagai panduan digital bagi perempuan Indonesia untuk melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) secara rutin dan mandiri. Inovasi ini diluncurkan untuk mengatasi tingginya rasio satu dari sepuluh perempuan yang berisiko terkena kanker payudara, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.
Data menunjukkan mayoritas kasus baru di Indonesia terdeteksi saat memasuki stadium lanjut yang menurunkan angka harapan hidup pasien. Shani selaku Project Manager Mammora menjelaskan bahwa ide pengembangan aplikasi ini berawal dari pengalaman pribadi salah satu anggota tim.
"Salah satu anggota tim kami pernah mengalami tumor payudara di usia sekitar 20 tahun dan sudah menjalani operasi. Dari situ, kami ingin membantu perempuan lain agar lebih cepat menyadari gejalanya," kata Shani, Project Manager Mammora.
Mammora menyediakan fitur pengingat otomatis yang terintegrasi dengan siklus menstruasi pengguna untuk menentukan waktu pemeriksaan terbaik. Panduan yang diberikan mencakup teknik visual di depan cermin dan pemeriksaan sentuhan posisi berbaring sesuai standar WHO dan Kementerian Kesehatan.
"Banyak perempuan belum tahu kapan waktu terbaik untuk SADARI. Kami menyesuaikan pengingat dengan siklus masing-masing pengguna," jelas Shani, Project Manager Mammora.
Aplikasi ini juga dilengkapi model 3D payudara yang memungkinkan pengguna menandai area mencurigakan. Hasil pemeriksaan tersebut tersimpan dalam bentuk laporan digital untuk mempermudah pemantauan berkala atau rujukan medis.
"Kami ingin pengguna tidak hanya mendeteksi, tapi juga punya data yang bisa dikomunikasikan ke tenaga medis," ujar Shani, Project Manager Mammora.
Dalam proses perancangan, tim berkolaborasi dengan dr. Daniel, seorang dokter bedah umum di Jakarta, guna memastikan akurasi bahasa medis. Penyesuaian istilah dilakukan agar informasi yang disampaikan tidak menakutkan namun tetap akurat.
"Topik ini cukup sensitif. Kami diarahkan untuk menggunakan istilah yang tidak menakutkan, mudah dipahami, tetapi tetap akurat secara medis," kata Shani, Project Manager Mammora.
Pengembangan ini mendapat dukungan dari Apple Developer Academy yang membantu akses ke komunitas teknologi. Saat ini, aplikasi telah diunduh lebih dari 100 kali dan tim aktif melakukan edukasi bersama mahasiswa kedokteran.
"Tujuan kami sederhana: membantu menurunkan angka kematian akibat kanker payudara dengan mendorong deteksi lebih awal," kata Shani, Project Manager Mammora.