Aplikasi Antriin.id Sediakan Jasa Joki Antrean dengan Tarif Per Jam

Aplikasi Antriin.id Sediakan Jasa Joki Antrean dengan Tarif Per Jam
Foto: Ilustrasi Aplikasi Antriin.id Sediakan Jasa Joki Antrean dengan Tarif Per Jam.

Elan Setiawan mengembangkan aplikasi Antriin.id sebagai wadah jasa titip atau joki antrean yang mulai melayani permintaan publik di wilayah Jabodetabek sejak Oktober 2025. Dilansir dari Detik Finance pada Kamis (23/4/2026), platform ini memungkinkan pelanggan membayar orang lain untuk menggantikan posisi mengantre di berbagai lokasi.

Tren baru ini muncul sebagai evolusi dari bisnis jasa titip (jastip) yang sebelumnya lebih fokus pada pembelian barang atau makanan. Elan menginisiasi aplikasi ini karena melihat belum adanya wadah terintegrasi bagi penyedia jasa dan pelanggan meskipun praktik titip antre sudah banyak ditemui di media sosial.

"Sekarang kan sudah banyak jastip di WhatsApp atau Instagram. Dari situ saya berpikir, mungkin bisa dijadikan satu wadah dalam bentuk aplikasi," kata Elan kepada detikcom, ditulis Kamis (23/4/2026).

Pengembangan desain dan pengodean sistem aplikasi ini telah dilakukan Elan secara mandiri sejak awal tahun 2025. Setelah melalui tahap pengembangan, platform tersebut melakukan peluncuran lunak pada pertengahan tahun yang diikuti dengan perekrutan mitra sebelum akhirnya beroperasi penuh bagi masyarakat umum.

"Untuk konsep desain dan coding itu dimulai awal 2025. Kemudian soft release atau launching di pertengahan Juli 2025. Waktu itu memang difokuskan untuk mencari mitra dulu. Baru pada bulan Oktober atau setelahnya, kami mulai membuka permintaan antrean untuk publik," tutur Elan.

Mekanisme kerja aplikasi ini menyerupai layanan transportasi daring, di mana pelanggan melakukan pemesanan melalui aplikasi sesuai estimasi harga. Layanan hanya dapat diakses jika terdapat mitra yang tersedia dalam radius satu hingga sepuluh kilometer dari titik lokasi antrean yang ditentukan.

"Jadi, kami menempatkan mitra di beberapa titik agar sistem antrean itu bisa berjalan. Sebuah permintaan antrean baru bisa dibuat jika sudah ada mitra di sekitar lokasi dengan radius minimal 1 km dan maksimal 10 km. Jadi, setelah mendapat beberapa mitra yang tersebar di titik Jakarta, baru 'Antriin' mulai membuka permintaan," terangnya.

Biaya jasa ditetapkan pada kisaran Rp30.000 hingga Rp40.000 per jam. Melalui skema tarif tersebut, para jastiper atau mitra yang aktif mengambil pesanan dilaporkan mampu memperoleh pendapatan harian sebesar Rp200.000 hingga Rp300.000.

"Kalau dari sisi mitra, dalam satu hari mereka bisa mendapatkan Rp 200.000 sampai Rp 300.000. Itu mungkin bagi mereka yang paling banyak mengambil orderan antrean," ucap Elan.

Guna menjaga kualitas layanan, sistem aplikasi membatasi setiap mitra untuk hanya menangani satu pesanan dalam satu waktu. Hal ini dilakukan untuk menghindari persepsi bahwa satu orang penyedia jasa dapat mengambil banyak antrean sekaligus secara bersamaan.

"Jadi, tidak bisa satu mitra pegang banyak antrean sekaligus. Satu permintaan (antre), satu mitra," ujar Elan.

Saat ini, tercatat lebih dari 230 mitra telah bergabung dalam jaringan Antriin.id untuk melayani antrean makanan hingga administrasi rumah sakit. Elan berencana melakukan ekspansi operasional ke wilayah Bandung, Surabaya, dan Bali setelah memperkuat fokus layanan di Jabodetabek.

"Semoga bisa ekspansi lagi ke kota-kota lain. Untuk sekarang masih di Jabodetabek. Semoga secepatnya bisa ke Bandung, Surabaya, dan Bali. Sebenarnya dari kota-kota tersebut sudah banyak yang mendaftar menjadi mitra, kami sudah pegang datanya, tapi belum kami approve karena layanannya belum resmi rilis di sana," pungkas Elan.

Artikel terkait

Rekomendasi