Platform microdrama Hongguo milik ByteDance resmi menurunkan serial berbasis kecerdasan buatan (AI) generatif berjudul The Peach Blossom Hairpin setelah muncul dugaan pencurian identitas individu tanpa izin. Dilansir dari Detikcom, langkah ini diambil menyusul protes keras dari model sekaligus influencer Christine Li yang menemukan kembaran digital dirinya dalam tayangan tersebut.
Skandal ini bermula ketika para penggemar Christine Li melaporkan adanya sosok yang sangat mirip dengan sang model pada aplikasi populer tersebut. Setelah melakukan pengecekan mandiri, Li meyakini bahwa teknologi AI dalam drama itu dilatih menggunakan koleksi foto pribadinya yang diunggah ke media sosial sekitar dua tahun lalu.
"Saya benar-benar terkejut. Itu jelas saya," ujar Li kepada AFP.
Penolakan Li didasari pada kemiripan visual yang identik antara karakter digital dengan dokumentasi aslinya. Li menyatakan bahwa detail visual dalam serial tersebut sangat spesifik merujuk pada materi foto miliknya.
"Sangat jelas bahwa mereka menggunakan set foto tertentu yang saya ambil dua tahun lalu," kata Li.
Kekhawatiran sang influencer semakin memuncak karena karakter digital yang menggunakan wajahnya memerankan tokoh dengan perilaku buruk dalam skenario drama. Karakter tersebut digambarkan melakukan tindakan kekerasan seperti menampar wanita hingga menyiksa binatang, yang dianggap dapat merusak reputasi nyata Christine Li.
Kasus serupa juga menimpa seorang penata gaya busana tradisional China yang wajahnya digunakan tanpa izin sebagai tokoh antagonis dalam serial yang sama. Keduanya kini sedang mempersiapkan langkah hukum untuk menggugat produser drama serta pihak platform atas pelanggaran hak citra diri demi keuntungan komersial.
Pihak Hongguo telah mengeluarkan pernyataan resmi pada awal April yang mengonfirmasi penghapusan serial tersebut. Manajemen platform menyatakan bahwa produser pihak ketiga telah melanggar aturan internal perusahaan serta poin-poin dalam kewajiban kontrak.
Meskipun pihak platform mengklaim telah bertindak tegas, laporan AFP mengungkapkan bahwa The Peach Blossom Hairpin sempat tetap ditayangkan selama beberapa hari setelah protes muncul. Karakter yang dipersoalkan sempat diganti secara diam-diam melalui teknologi digital sebelum akhirnya konten tersebut benar-benar dihilangkan dari peredaran.
Christine Li menekankan bahwa upaya hukum yang ditempuhnya menjadi pesan penting bagi pengembang teknologi agar tidak semena-mena mengambil data pribadi dari internet. Ia mempertanyakan etika di balik penggunaan identitas orang lain untuk konten fiksi yang tidak bermoral.
"Saya terus bertanya-tanya, orang macam apa yang tega melakukan hal seperti ini?" pungkas Li.