PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam berhasil meraih penghargaan Best Investortrust Companies 2026 di Jakarta pada Selasa (27/5/2026). Apresiasi ini diberikan atas kinerja keuangan dan fundamental bisnis perusahaan yang tetap solid di tengah dinamika ekonomi global sepanjang tahun 2025.
Penghargaan tersebut ditujukan bagi emiten yang dinilai mampu menjaga pertumbuhan bisnis, profitabilitas, serta tata kelola perusahaan secara berkelanjutan. Dilansir dari Investortrust, Antam mampu menunjukkan ketahanan di tengah tantangan industri dan pasar modal.
Acara penghargaan ini dihadiri oleh pimpinan tertinggi dari media penyelenggara yang memberikan penjelasan langsung mengenai latar belakang pemberian apresiasi kepada sejumlah emiten tersebut.
ÔÇ£The Best Investortrust Companies 2026 merupakan bentuk apresiasi sekaligus dukungan Investortrust terhadap emiten-emiten yang mampu menunjukkan performa kinerja keuangan yang solid di tengah berlanjutnya tantangan ekonomi dan bisnis tahun 2025,ÔÇØ ujar Primus Dorimulu, Chief Executive Officer Investortrust.
Pemeringkatan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi para investor dan pelaku pasar modal. Pihak penyelenggara menilai hasil penilaian tersebut dapat membantu pengambilan keputusan investasi pada berbagai instrumen keuangan seperti saham dan obligasi.
Berdasarkan data laporan keuangan, Antam mencatatkan pertumbuhan kinerja signifikan sepanjang tahun 2025 dengan perolehan laba bersih sebesar Rp7,21 triliun. Angka tersebut melonjak 97,7 persen dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,65 triliun.
Pertumbuhan juga terjadi pada sektor pendapatan perusahaan yang meningkat 22,3 persen menjadi Rp84,64 triliun. Kinerja positif ini ditopang oleh penguatan bisnis emas, peningkatan penjualan bijih nikel, serta perluasan kontribusi hilirisasi mineral.
Tren kenaikan performa keuangan Antam terpantau terus berlanjut hingga kuartal I-2026. Perusahaan membukukan laba periode berjalan sebesar Rp3,66 triliun, atau naik 57,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,32 triliun.
Pendapatan Antam pada kuartal pertama tahun ini tercatat mencapai Rp29,32 triliun, tumbuh 12,1 persen secara tahunan dari Rp26,15 triliun. Segmen emas dan pemulihan volume penjualan bijih nikel menjadi penyumbang utama pertumbuhan pendapatan tersebut.
Laba usaha perusahaan turut mengalami peningkatan menjadi Rp4,50 triliun dari Rp2,69 triliun pada kuartal pertama tahun lalu. Capaian ini memperkuat posisi Antam sebagai emiten pertambangan dengan prospek jangka panjang dari tren hilirisasi mineral, transisi energi, dan industri kendaraan listrik global.