Sam Altman Ungkap Perbedaan Pola Penggunaan ChatGPT Antargenerasi

Sam Altman Ungkap Perbedaan Pola Penggunaan ChatGPT Antargenerasi
Foto: Ilustrasi Sam Altman Ungkap Perbedaan Pola Penggunaan ChatGPT Antargenerasi.

CEO OpenAI Sam Altman mengungkapkan pola penggunaan ChatGPT yang berbeda secara signifikan di antara berbagai kelompok usia saat menghadiri acara AI Ascent Sequoia Capital pada Senin (11/05/2026). Altman menyebut generasi muda cenderung menjadikan platform kecerdasan buatan tersebut sebagai penasihat kehidupan dan sistem operasi harian.

Perbedaan orientasi penggunaan teknologi ini menjadi sorotan dalam diskusi mengenai perkembangan kecerdasan buatan sebagaimana dilansir dari Teknologi. Altman mengamati bahwa kelompok usia yang lebih tua masih memandang platform tersebut sebagai alat pencari informasi semata.

ÔÇ£Itu penyederhanaan yang berlebihan, tapi bisa dibilang orang-orang yang lebih tua menggunakan ChatGPT sebagai pengganti Google. Sementara itu, untuk orang-orang yang berusia 20-30 tahun menggunakannya sebagai semacam penasihat hidup, sedangkan mahasiswa menggunakannya sebagai sistem operasi,ÔÇØ jelas Altman, CEO OpenAI.

Pimpinan perusahaan AI tersebut menjelaskan bahwa kelompok muda memiliki metode yang kompleks dalam mengintegrasikan ChatGPT ke dalam produktivitas mereka. Hal ini mencakup penghafalan instruksi rumit hingga menghubungkan platform dengan dokumen pribadi mereka.

ÔÇ£Menurut saya semua itu keren dan mengesankan. Dan ada hal lain di mana, misalnya, mereka tidak benar-benar membuat keputusan hidup tanpa bertanya kepada chatGPT apa yang harus mereka lakukan,ÔÇØ tambahnya.

Fitur memori yang tertanam pada platform tersebut menjadi faktor krusial yang mendorong ketergantungan pengguna muda. Fitur ini memungkinkan ChatGPT untuk memahami konteks personal pengguna melalui riwayat percakapan yang tersimpan secara rinci.

ÔÇ£Platform ini memiliki konteks lengkap mengenai setiap orang dalam hidup mereka dan topik yang pernah mereka bicarakan,ÔÇØ kata Altman.

Data internal OpenAI tahun 2025 menunjukkan mahasiswa di Amerika Serikat merupakan kelompok pengguna paling dominan. Laporan tersebut mencatat bahwa lebih dari sepertiga individu dalam rentang usia 10 hingga 24 tahun secara aktif mengoperasikan layanan tersebut.

Berdasarkan laporan dari laman Fortune, cakupan penggunaan platform ini meluas mulai dari konsultasi hubungan pribadi, urusan bisnis, hingga penggunaan sebagai sarana terapi bicara. Namun, tren ketergantungan pada pengambilan keputusan besar memicu perdebatan di kalangan ahli terkait etika dan keamanan.

Studi pada November 2023 menyarankan perlunya verifikasi ahli dan pemahaman mendalam mengenai batasan teknologi sebelum mengambil keputusan hidup yang krusial. Beberapa penelitian bahkan mengkritik model bahasa besar karena sifatnya yang dinilai tidak memiliki empati inheren dalam memberikan saran penting.

Meskipun terdapat kekhawatiran dari sejumlah pakar, beberapa eksperimen lain menunjukkan bahwa penggunaan teknologi ini tetap bermanfaat untuk kebutuhan informasi harian. Fokus utama penelitian tersebut menekankan pada sisi fungsionalitas ChatGPT sebagai asisten umum yang mempermudah rutinitas penggunanya.

Artikel terkait

Rekomendasi