Allianz Indonesia Catat Dana Kelolaan Rp 43,7 Triliun Sepanjang 2025

Allianz Indonesia Catat Dana Kelolaan Rp 43,7 Triliun Sepanjang 2025
Foto: Ilustrasi Allianz Indonesia Catat Dana Kelolaan Rp 43,7 Triliun Sepanjang 2025.

Allianz Indonesia membukukan pertumbuhan dana kelolaan atau asset under management sebesar 9,8 persen secara year on year menjadi Rp 43,7 triliun sepanjang tahun 2025, seperti dilansir dari Investortrust pada Senin (11/5/2026).

Peningkatan dana kelolaan tersebut mencakup akumulasi dari Allianz Life, Allianz Syariah, dan DPLK Allianz. Kenaikan nilai investasi ini ditopang oleh kondisi perekonomian domestik yang dinilai tetap tangguh di tengah situasi ketidakpastian global.

Pertumbuhan ekonomi nasional tercatat mencapai 5,11 persen sepanjang 2025, dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan sebesar 22,13 persen ke level 8.646,94 dan pertumbuhan INDOBeX Government Index sebesar 12,43 persen.

Strategi investasi yang disiplin serta adaptif menjadi fokus utama perusahaan dalam mengelola dana nasabah di tengah kondisi volatilitas pasar keuangan global tersebut.

"Di tengah volatilitas global sepanjang 2025, Allianz Indonesia tetap berfokus pada konsistensi pengelolaan dana kelolaan nasabah dengan pendekatan investasi yang disiplin dan adaptif, sejalan dengan karakteristik bisnis asuransi yang berorientasi jangka panjang," ujarnya Ni Made Daryanti, Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia.

Saat ini perusahaan mengelola 49 jenis unit link fund dengan tiga produk terbesar adalah Smartlink Equity sebesar Rp 5,8 triliun, Smartlink Fixed Income Rp 1,7 triliun, dan Smartlink Balanced Rp 1,4 triliun.

Untuk menghadapi tahun 2026, Allianz Indonesia memproyeksikan kondisi ekonomi domestik masih kondusif sehingga perusahaan menerapkan strategi investasi yang selektif dengan fokus pada kualitas aset dan pengelolaan risiko.

"Dalam situasi pasar yang berubah cepat, kami mengajak nasabah untuk meninjau tujuan investasi, jangka waktu, toleransi risiko, serta alokasi aset secara berkala. Diversifikasi tetap menjadi kunci, dan pemilihan instrumen perlu selaras dengan profil risiko agar tujuan proteksi dan investasi berjalan seimbang dalam jangka panjang," kata Ni Made Daryanti, Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi