Umat Islam Dilarang Puasa pada 10 Zulhijah karena Alasan Ini

Umat Islam Dilarang Puasa pada 10 Zulhijah karena Alasan Ini
Foto: Ilustrasi Umat Islam Dilarang Puasa pada 10 Zulhijah karena Alasan Ini.

Pertanyaan mengenai alasan pelarangan puasa pada tanggal 10 Zulhijah sering kali muncul menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha. Dalam kalender Islam, tanggal tersebut merupakan hari besar keagamaan yang sangat dinantikan oleh seluruh umat Muslim.

Umat Islam dilansir dari Detikcom tidak diperbolehkan menunaikan ibadah puasa pada hari tersebut karena statusnya sebagai waktu untuk makan, minum, dan bergembira. Larangan ini bersumber dari sejumlah hadits Rasulullah SAW yang menegaskan bahwa Idul Adha serta hari tasyrik merupakan momen untuk menikmati rezeki dari Allah SWT sekaligus memperbanyak rasa syukur.

Hukum melaksanakan puasa pada tanggal 10 Zulhijah adalah haram bagi seluruh umat Islam tanpa terkecuali. Ketetapan hukum ini berlaku karena momentum tersebut bertepatan langsung dengan perayaan hari raya kurban.

Prinsip syariat menetapkan hari raya kurban sebagai ruang bagi umat Muslim untuk bersukacita, menyantap hidangan, dan merayakan kebersamaan. Perayaan ini dilakukan setelah umat Islam menyelesaikan berbagai amalan sunah pada awal bulan Zulhijah.

Rasulullah SAW secara tegas melarang umatnya berpuasa pada dua hari raya besar, yakni Idul Fitri dan Idul Adha, termasuk pada hari-hari tasyrik yang jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah. Aturan syariat ini dibuat agar kaum Muslimin dapat mensyukuri nikmat rezeki, terutama melalui konsumsi daging hewan kurban yang disembelih dan dibagikan.

Dasar Hadits Larangan Puasa Hari Raya

Ketentuan hukum ini diperkuat oleh penjelasan dari Abi Ubaid Maula Ibnu Azhar ra yang mencatat khotbah Umar bin Khattab ra setelah melaksanakan salat Id.

"Sungguh pada kedua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) Rasulullah SAW melarang untuk berpuasa. Yakni satu hari untuk berbuka dari puasa kalian (maksudnya Hari Raya Idul Fitri) dan satu hari yang lain lagi adalah waktu kalian makan dan berhenti dari mengerjakan haji."

Selain itu, terdapat pula riwayat lain dari Abu Hurarirah RA mengenai pembatasan ibadah puasa pada hari-hari tertentu.

"Rasulullah SAW melarang puasa pada dua macam hari. Yaitu pada Hari Raya Idul Adha (10 Zulhijah) dan pada Hari Raya Idul Fitri (1 Syawal)."

Artikel terkait

Rekomendasi