Akupunktur Bantu Perbaiki Posisi Bayi Sungsang hingga 70 Persen

Akupunktur Bantu Perbaiki Posisi Bayi Sungsang hingga 70 Persen
Foto: Ilustrasi Akupunktur Bantu Perbaiki Posisi Bayi Sungsang hingga 70 Persen.

Terapi akupunktur medis menjadi alternatif pendamping untuk membantu mengubah posisi bayi sungsang dengan tingkat keberhasilan mencapai 60 hingga 70 persen. Metode noninvasif ini disarankan bagi ibu hamil yang memasuki trimester ketiga guna mempermudah proses persalinan normal, sebagaimana dilansir dari Lifestyle.

Dokter Spesialis Akupuntur Medik Eka Hospital PIK, dr. Laura Widiastuti, Sp.Ak, menjelaskan bahwa efektivitas terapi ini sangat bergantung pada ketersediaan ruang gerak bayi di dalam rahim. Faktor pendukung lainnya meliputi volume cairan ketuban, letak plasenta, serta kondisi kesehatan rahim sang ibu.

"Persentasenya keberhasilannya bisa sekitar 60 sampai 70 persen untuk mengatasi sungsang. Di rentang minggu tersebut, masih bisa dicoba karena ketuban ibu masih cukup banyak dan bayi bisa berputar di dalamnya," kata dr. Laura, Spesialis Akupuntur Medik.

Waktu paling ideal untuk memulai prosedur ini adalah saat usia kehamilan mencapai 32 hingga 36 minggu. Jika dilakukan terlalu dini, posisi janin dikhawatirkan masih bisa berubah sendiri, namun jika terlambat, ruang gerak yang menyempit akan menurunkan peluang keberhasilan rotasi posisi bayi.

"Akupunktur bisa untuk mengatasi bayi sungsang, jika di usia kehamilan 32 minggu posisinya tidak berbalik. Terapi ini bisa dilakukan sampai 36 minggu, dengan dicek terus posisi bayi," ujar dr. Laura, Spesialis Akupuntur Medik.

Secara teknis, akupunktur bekerja dengan menstimulasi titik saraf otonom tertentu guna memicu pergerakan janin secara alami. Stimulasi ini terkadang disertai teknik moksibusi, yakni pemberian panas pada titik tubuh tertentu menggunakan alat khusus yang dilakukan dua kali dalam seminggu.

"Melalui akupunktur untuk sungsang ini, kami akan mengaktifkan saraf-saraf otonomnya untuk melakukan perangsangan agar bayi bergerak, tapi tidak kuat rangsangannya," jelas dr. Laura, Spesialis Akupuntur Medik.

Meskipun memicu kontraksi pada rahim, dr. Laura memastikan bahwa intensitas kontraksi tersebut tidak membahayakan kehamilan. Tekanan yang dihasilkan hanya bertujuan untuk memberikan dorongan agar bayi bisa memutar posisinya menuju jalan lahir.

"Terdapat kontraksi, namun tidak cukup kuat untuk merangsang persalinan. Akan tetapi, bergerak untuk memposisikan atau memutar posisi bayi," kata dr. Laura, Spesialis Akupuntur Medik.

Setiap ibu hamil kemungkinan akan merasakan sensasi fisik yang beragam selama proses penusukan jarum maupun pemanasan moksibusi. Beberapa reaksi umum yang sering muncul meliputi rasa hangat, kesemutan, hingga sensasi terkejut ringan saat titik saraf bereaksi.

"Sebaiknya dilakukan 2 kali dalam seminggu. Nanti sang ibu akan diberikan moksibusi atau penghangat yang bisa dikompres di titik-titik badan tertentu," ungkap dr. Laura, Spesialis Akupuntur Medik.

Penanganan ini tetap memerlukan pengawasan ketat dari tenaga medis tersertifikasi dan hasil pemantauan posisi bayi secara berkala. Hal ini penting untuk mengevaluasi apakah janin sudah berada pada posisi kepala di bawah sesuai target persalinan.

"Reaksi di ibu hamil juga berbeda-beda, ada yang merasa hangat, rasanya seperti kesemutan, ada rasa kaget sedikit, tapi reaksi ini bisa berbeda-beda di setiap pasien," jelas dr. Laura, Spesialis Akupuntur Medik.

Jika posisi bayi tetap tidak berubah setelah menjalani serangkaian sesi terapi, pasien akan dirujuk kembali untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan. Langkah medis lanjutan akan diambil untuk menentukan prosedur persalinan yang paling aman bagi ibu dan bayi.

"Namun, jika setelah itu memang tidak ada perubahan, maka kami akan konsultasikan ke dokter obgynnya juga untuk dilakukan penanganan lebih lanjut," kata dr. Laura, Spesialis Akupuntur Medik.

Artikel terkait

Rekomendasi