Momen peringatan Hari Lahir Pancasila di Kelurahan Penarukan, Kota Singaraja, Bali, diwarnai dengan aksi nyata kepedulian lingkungan. Warga setempat bersama komunitas Sungai Watch Station Buleleng menggelar Gerakan Bersih Sungai di wilayah aliran sungai (DAS) Jalan Setiabudi, Lingkungan Satria.
Aksi gotong royong yang berlangsung pada Senin tersebut fokus pada pembersihan area sungai dari berbagai jenis limbah. Kerja keras para sukarelawan ini membuahkan hasil yang cukup signifikan bagi kebersihan lingkungan lokal.
Lurah Penarukan, Desak Made Susanti, mengungkapkan bahwa sebanyak lebih dari 187 kilogram sampah anorganik berhasil diangkat. Sampah-sampah tersebut dikumpulkan baik dari aliran air maupun area di sekitar bantaran sungai.
Ia menekankan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar aksi fisik bersih-bersih lingkungan. Momentum Hari Lahir Pancasila dijadikan sarana edukasi agar warga semakin disiplin dan tidak membuang sampah sembarangan.
Kolaborasi dan Upaya Pengawasan Kebersihan
Keberhasilan aksi ini merupakan buah kolaborasi apik antara pihak kelurahan, Sungai Watch, dan Krama Subak Yeh Taluh. Sinergi ini menunjukkan kepedulian bersama dalam menjaga kelestarian alam di wilayah Penarukan.
Susanti berharap semangat gotong royong ini mampu memicu kesadaran jangka panjang bagi seluruh masyarakat. Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada tim Sungai Watch atas partisipasi aktif mereka dalam kegiatan tersebut.
Pemerintah Kelurahan Penarukan berencana memperluas keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam program edukasi kebersihan. Desa adat, banjar, hingga kelompok petani subak akan terus dilibatkan secara intensif.
Guna memperkuat pengawasan, pihak kelurahan juga akan memasang spanduk imbauan sesuai instruksi pemerintah daerah. Langkah lebih tegas juga disiapkan melalui rencana pemasangan kamera pengawas atau CCTV di area sungai.
Langkah strategis yang akan dijalankan oleh Kelurahan Penarukan meliputi:
- Menggandeng desa adat dan banjar dalam setiap program edukasi pengelolaan sampah.
- Memasang spanduk larangan membuang sampah di lokasi-lokasi strategis sepanjang sungai.
- Bekerja sama dengan desa adat untuk pengadaan CCTV guna memantau aktivitas warga di sekitar sungai.
- Melakukan koordinasi rutin dengan Krama Subak terkait kebersihan saluran irigasi sawah.
Upaya tersebut diharapkan dapat meminimalisir perilaku oknum warga yang masih nekat membuang sampah ke aliran sungai. Pengawasan yang ketat menjadi kunci agar kebersihan yang sudah diupayakan tetap terjaga secara berkelanjutan.
Peran Sungai Watch dalam Penanganan Sampah
Station Manager Sungai Watch Buleleng, I Gede Duta Dharma, menjelaskan bahwa organisasinya memiliki dua metode utama dalam menjaga kebersihan sungai. Metode tersebut terdiri dari patroli rutin serta aksi pembersihan massal.
Khusus di wilayah Kelurahan Penarukan, pihaknya telah memasang dua jaring penghalang sampah. Keberadaan jaring ini terbukti efektif karena rata-rata mampu menjaring sekitar 20 kilogram sampah setiap harinya.
Berikut adalah detail teknis operasional Sungai Watch di wilayah Buleleng:
| Metode Penanganan | Keterangan Aktivitas | Tujuan Utama |
|---|---|---|
| Pemasangan Jaring | Instalasi penghalang di titik aliran strategis | Menahan sampah agar tidak mengalir ke hilir |
| Patroli Rutin | Pembersihan jaring dilakukan setiap hari | Memastikan aliran air tetap lancar dan bersih |
| Aksi Clean Up | Gotong royong massal pada momen tertentu | Membersihkan tumpukan sampah yang besar |
Data di atas menunjukkan bahwa penanganan sampah membutuhkan kombinasi antara teknologi sederhana dan kerja lapangan yang konsisten. Pemasangan jaring sangat membantu petani karena air yang mengalir ke sawah menjadi lebih bersih.
Duta Dharma juga membuka ruang diskusi dengan Krama Subak jika memerlukan penambahan jaring sampah di titik lain. Pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung program pengelolaan sampah di tingkat desa maupun kelurahan.
Masyarakat juga diimbau untuk lebih bijak dengan memisahkan sampah organik sebagai kompos dan sampah anorganik melalui jasa angkutan resmi. Ketaatan terhadap peraturan daerah mengenai pengelolaan sampah menjadi kunci utama bagi kelestarian lingkungan Bali.