AiMoga Resmi Jual Robot Humanoid Mornine M1 Seharga Rp716 Juta

AiMoga Resmi Jual Robot Humanoid Mornine M1 Seharga Rp716 Juta
Foto: Ilustrasi AiMoga Resmi Jual Robot Humanoid Mornine M1 Seharga Rp716 Juta.

Anak usaha Chery, AiMoga, resmi memulai penjualan massal robot humanoid bernama Mornine M1 melalui toko daring di JD.com pada Selasa, 14 April 2026. Langkah komersialisasi ini diambil setelah prototipe robot tersebut berulang kali dipamerkan dalam berbagai ajang otomotif internasional.

Dilansir dari Detik Oto, Mornine M1 dibanderol seharga 285.800 yuan atau setara Rp716 jutaan per unit. Meskipun pesanan sudah bisa dilakukan bulan ini, ketersediaan unit fisik bagi konsumen direncanakan baru ada pada akhir Mei 2026.

Mornine M1 hadir dengan spesifikasi fisik menyerupai manusia dewasa, memiliki tinggi 167 cm dan bobot 70 kg. Robot ini dirancang dengan 40 derajat kebebasan gerak (degree of freedom) di seluruh tubuh yang memungkinkannya bergerak secara fleksibel.

Dari sisi performa, robot ini mampu berjalan dengan kecepatan hingga 1 m/s dan mengangkut beban maksimal 1,5 kg pada ujung lengannya. Untuk operasional, AiMoga membekali Mornine M1 dengan baterai 0,7 kWh yang sanggup bertahan selama dua jam dalam kondisi daya penuh.

Kemampuan navigasi robot ini didukung oleh sensor canggih yang mencakup 3D LiDAR, kamera wide-angle, dua kamera depth, serta empat radar ultrasonik. Teknologi ini memungkinkan Mornine M1 menjalankan tugas seperti membuka pintu mobil otomatis hingga dioperasikan dari jarak jauh menggunakan perangkat VR.

Selain Mornine M1, AiMoga juga memasarkan robot anjing Argos X1 dengan harga yang lebih terjangkau, yakni 15.800 yuan atau sekitar Rp39 jutaan. Perusahaan memproyeksikan penggunaan robot humanoid ini untuk membantu tugas-tugas di sektor layanan seperti sales, resepsionis, hingga modul pelatihan khusus.

Strategi distribusi yang dilakukan AiMoga tidak hanya terbatas pada kanal daring, tetapi juga memanfaatkan infrastruktur luring. Perusahaan akan menggunakan jaringan dealer Chery yang mencakup konsep experience store di mal dan dealer 4S untuk mempermudah akses konsumen terhadap produk robotika ini.

Skema pembelian yang ditawarkan juga dibuat fleksibel melalui opsi penyewaan (leasing) serta sistem cicilan. Upaya ini mencerminkan tren manufaktur otomotif global yang mulai mengintegrasikan teknologi kendaraan listrik dengan pengembangan robotika karena kemiripan arsitektur teknisnya.

Berdasarkan data TrendForce, industri robot humanoid diprediksi akan memasuki tahap komersialisasi masif pada paruh kedua tahun 2026. Tiongkok diperkirakan mendominasi pasar global tersebut dengan proyeksi lonjakan produksi tahunan mencapai 94 persen melalui pemain utama seperti Unitree Robotics dan Zhiyuan Robotics.

Artikel terkait

Rekomendasi