Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau penanganan kecelakaan kereta api di RSUD Kota Bekasi pada Selasa (28/4/2026) sore. Insiden maut tersebut melibatkan KRL jurusan Cikarang yang ditabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam.
Kecelakaan hebat ini mengakibatkan 15 orang penumpang KRL meninggal dunia dan 81 lainnya mengalami luka-luka, sebagaimana dilansir dari Megapolitan. Sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat dalam peristiwa yang terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 tersebut.
Menko AHY menekankan pentingnya jaminan keselamatan pada seluruh sistem transportasi publik bagi masyarakat tanpa memandang gender. Ia menegaskan bahwa aspek keamanan harus menjadi prioritas utama yang diterapkan secara nyata di lapangan.
"Jadi yang kita fokuskan adalah bukan perempuan dan lakinya, tetapi bagaimana sistem transportasi kereta dan sistem transportasi publik lainnya ini aman, selamat, menghadirkan rasa aman, nyaman, dan juga safety first itu benar-benar bukan hanya menjadi jargon, tapi benar-benar bisa kita terapkan dengan baik," ucap AHY di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026) sore.
Pernyataan tersebut menanggapi usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, terkait pemindahan posisi gerbong khusus perempuan. AHY mengakui adanya kekhawatiran karena posisi gerbong perempuan saat ini berada di titik yang paling terdampak risiko benturan.
"Memang belum pernah terjadi sebelumnya ada tumbukan dari KRL dari belakang dihantam. Dan kebetulan yang paling belakang adalah kereta khusus wanita. Jadi pasti ada concern mengapa justru yang paling rentan yang kita siapkan secara khusus selama ini gerbongnya, justru yang mendapatkan bisa dikatakan risiko yang paling tinggi," jelas AHY.
Terkait langkah teknis, AHY telah memerintahkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan penyelidikan mendalam mengenai penyebab pasti kecelakaan. Fokus utama investigasi ini meliputi pemeriksaan menyeluruh terhadap kemungkinan adanya gangguan pada sistem persinyalan kereta.
"KNKT tadi sudah menyanggupi akan melakukan investigasi secara menyeluruh. Saya minta transparan, terbuka, bisa dijelaskan kepada publik. Karena ini juga harus ada faktor edukasinya," tambah AHY.
Sebagai solusi untuk mencegah kejadian serupa di masa depan, AHY merencanakan pembangunan infrastruktur pendukung pada titik-titik rawan. Hal ini mencakup rencana pengadaan lintasan tidak sebidang di wilayah-wilayah dengan lalu lintas yang padat.
"Selebihnya kita ingin memastikan juga hadir solusi infrastruktur. Misalnya, ketika ada lintasan-lintasan sebidang yang memang sangat padat di sejumlah kota, itu perlu kita bangun flyover atau underpass " tutup AHY.
Berdasarkan data yang dihimpun, tabrakan terjadi sekitar pukul 20.52 WIB antara KRL nomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi GambirÔÇôSurabaya Pasar Turi. Seluruh korban luka telah dievakuasi ke delapan rumah sakit di wilayah Bekasi untuk mendapatkan perawatan medis intensif.