AHY Evaluasi Keamanan Transportasi Pasca-Tabrakan Kereta di Bekasi

AHY Evaluasi Keamanan Transportasi Pasca-Tabrakan Kereta di Bekasi
Foto: Ilustrasi AHY Evaluasi Keamanan Transportasi Pasca-Tabrakan Kereta di Bekasi.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan pentingnya sistem transportasi publik yang aman pasca-insiden tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Jarak Jauh pada Senin (27/04/2026) malam tersebut dilaporkan mengakibatkan belasan orang meninggal dunia.

Dilansir dari Kompas, insiden maut ini melibatkan KRL nomor PLB 5568A tujuan Cikarang dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di KM 28+920. Hingga Selasa (28/04/2026) siang, tercatat 15 penumpang KRL tewas, sementara 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dinyatakan selamat.

Saat mengunjungi RSUD Bekasi pada Selasa sore, AHY menyatakan fokus utama pemerintah adalah memastikan keselamatan seluruh pengguna transportasi umum tanpa terkecuali. Ia menegaskan bahwa aspek keamanan harus diimplementasikan secara nyata di lapangan.

"Jadi yang kita fokuskan adalah bukan perempuan dan lakinya, tetapi bagaimana sistem transportasi kereta dan sistem transportasi publik lainnya ini aman, selamat. Menghadirkan rasa aman, nyaman dan juga safety first itu benar-benar bukan hanya menjadi jargon, tapi benar-benar bisa kita terapkan dengan baik," kata AHY, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Mantan perwira TNI tersebut turut memberikan perhatian khusus terhadap posisi gerbong wanita yang berada di titik benturan paling fatal. Ia mempertanyakan risiko tinggi yang justru dialami oleh fasilitas yang seharusnya memberikan perlindungan lebih bagi kelompok rentan.

"Dan kebetulan yang paling belakang adalah kereta khusus wanita. Jadi pasti ada concern mengapa justru yang paling rentan yang kita siapkan secara khusus selama ini gerbongnya, justru yang mendapatkan bisa dikatakan risiko yang paling tinggi," ujar AHY, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Penegasan mengenai kesetaraan hak atas keselamatan bagi setiap penumpang juga disampaikan oleh AHY dalam kesempatan tersebut. Menurutnya, standar perlindungan nyawa tidak boleh mengenal perbedaan gender.

"Yang jelas adalah laki dan perempuan sama saja, tidak boleh menjadi korban dalam insiden apapun," tegas AHY, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Terkait penyebab pasti kecelakaan, pemerintah saat ini tengah menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). AHY mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap bahaya di perlintasan sebidang yang sering menjadi pemicu kecelakaan fatal.

"Jangan sampai ada kendaraan macet di tengah jalan, di tengah-tengah rel kereta. Yang kemudian satu kendaraan mengakibatkan kecelakaan beruntun, kecelakaan yang mengakibatkan maut, dan tidak ada yang lebih penting dari, tidak ada yang lebih berharga dari satu nyawa," kata AHY, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Selain faktor kewaspadaan publik, AHY juga menyoroti infrastruktur perlintasan sebidang yang masih banyak ditemukan bersinggungan langsung dengan jalur darat. Ia berencana melakukan pemeriksaan mendalam terhadap titik-titik rawan tersebut.

"Masih cukup banyak pelintasan sebidang, di mana rel kereta ini juga bersamaan dengan jalur transportasi darat, artinya jalan crossing dengan rel kereta. Kita akan investigasi," kata AHY, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Sebagai solusi jangka panjang, pembangunan infrastruktur seperti jalan layang dipertimbangkan untuk menghapus perlintasan sebidang secara bertahap. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir interaksi antara moda transportasi darat dan kereta api.

"Ini perlu penyiapan tata ruangnya, lahannya. Ini juga membutuhkan proses, lalu pembangunan flyover itu sendiri. Barulah setelah itu ada perubahan sistem traffic yang kita kelola dengan baik, menghindari terjadinya kecelakaan-kecelakaan lainnya di kemudian hari. Sekaligus bisa menutup sejumlah lintasan sebidang lainnya jika flyover tersebut misalnya sudah hadir di tengah-tengah masyarakat kita," ucap AHY, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Para korban luka dalam insiden ini sedang menjalani perawatan intensif di delapan rumah sakit berbeda di wilayah Bekasi dan sekitarnya, termasuk RS Bella, RS Primaya, hingga RS Siloam Bekasi Timur.

Artikel terkait

Rekomendasi