Agung Podomoro Land Cetak Laba Rp513 Miliar Berkat Divestasi Aset

Agung Podomoro Land Cetak Laba Rp513 Miliar Berkat Divestasi Aset
Foto: Ilustrasi Agung Podomoro Land Cetak Laba Rp513 Miliar Berkat Divestasi Aset.

PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) mencatatkan lonjakan kinerja keuangan signifikan pada kuartal I/2026 melalui strategi divestasi aset properti bernilai tinggi untuk memangkas utang dan membiayai proyek baru. Dilansir dari Market pada Rabu (6/5/2026), perusahaan berhasil membalikkan kondisi rugi menjadi laba bersih ratusan miliar rupiah.

Penjualan dan pendapatan usaha emiten properti ini mencapai Rp2,9 triliun pada tiga bulan pertama tahun 2026, atau meningkat 232% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp874,5 miliar. Pertumbuhan beban pendapatan tersebut mendorong laba bersih sebesar Rp513,8 miliar, berbanding terbalik dari kerugian Rp55,6 miliar pada kuartal I/2025.

Head of Research Korea Investment & Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi menilai strategi monetisasi portofolio matang seperti Central Park Mall hingga Deli Park Mall Medan menjadi faktor krusial perbaikan fundamental perusahaan. Langkah deleveraging ini efektif meminimalkan risiko nilai tukar pada beban utang valas.

ÔÇ£Kami melihat turnaround APLN pada kuartal I/2026 merefleksikan hasil dari strategi asset recycling dan optimalisasi aset. Monetisasi aset matang berhasil mendorong revenue dan sekaligus memperbaiki bottom line perusahaan," ujar Muhammad Wafi, Head of Research Korea Investment & Sekuritas Indonesia.

Pengurangan tekanan bunga dan stabilitas struktur permodalan dianggap sebagai dampak positif dari pengelolaan aset yang disiplin. Wafi mengingatkan bahwa fleksibilitas likuiditas saat ini memberikan ruang bagi ekspansi selektif di masa mendatang.

"Langkah ini berpotensi meningkatkan kepercayaan investor, terutama dari sisi stabilitas neraca dan profil risiko. Namun, investor akan tetap menunggu konsistensi eksekusi serta kejelasan pendapatan di masa depan sebelum terjadi penilaian ulang yang signifikan terhadap nilai perusahaan," jelas Muhammad Wafi.

Keseimbangan antara pendapatan aset yang ada dan pengembangan proyek baru menjadi penentu prospek jangka panjang perseroan. Saat ini, pengembang tersebut tengah mempercepat pembangunan hunian, pusat perbelanjaan, dan hotel di berbagai wilayah Indonesia.

Corporate Secretary APLN Justini Omas memberikan penjelasan mengenai fokus ekspansi perusahaan di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Medan, hingga Bali. Proyek-proyek tersebut dirancang untuk menjadi sumber pendapatan berulang di masa depan.

"Kami terus berusaha mengoptimalkan peluang sektor properti dan konsumen yang terus bertumbuh setiap tahunnya. Melalui strategi yang tepat dan eksekusi yang disiplin, terukur dan matang, kami yakin APLN akan terus menunjukkan kinerja positif ke depan,ÔÇØ kata Justini Omas, Corporate Secretary APLN.

Artikel terkait

Rekomendasi