PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk atau Adira Finance (ADMF) menilai keberadaan kantor cabang masih memegang peranan krusial dalam mendorong roda bisnis. Peran tersebut tetap signifikan di tengah penetrasi digitalisasi yang kian masif pada lingkungan masyarakat dan dunia usaha.
Dikutip dari Investortrust, Direktur Adira Finance Niko Kurniawan Bonggowarsito menyampaikan bahwa kantor cabang memegang fungsi vital, terutama dalam menjangkau sekaligus melayani masyarakat di area kota kecil.
"Kalau bicara digitalisasi itu cuman di kota besar, dan internet itu ada yang susah di daerah. Jadi, kantor cabang masih sangat dibutuhkan," ujarnya.
Niko menilai situasi yang dihadapi perusahaan pembiayaan menyerupai fenomena di industri perbankan. Banyak perbankan menutup kantor cabang di kota-kota besar karena peralihan ke sistem digital, namun justru menambah jaringan di wilayah daerah.
"Sama seperti di perbankan. Kota-kota besar itu (cabang) perbankan banyak tutup, bukannya di daerah. Kami juga begitu dan Adira itu fleksibel banget. Ketika market-nya menurun, network kami tutup, kemudian buka di daerah luar yang lebih menjanjikan," katanya.
Langkah ekspansi ini sejalan dengan arah pergerakan pasar yang mulai bergeser ke luar Pulau Jawa. Kondisi tersebut membuka potensi pembiayaan yang dinilai masih sangat menjanjikan di wilayah-wilayah baru.
Guna menangkap peluang pasar tersebut, Adira Finance menerapkan strategi optimalisasi pembiayaan di luar Pulau Jawa. Perusahaan bakal menambah kuantitas jaringan outlet pada tahun ini.
"Kami akan banyak menambah level satelit (outlet), karena market-nya di Indonesia Timur itu kecil-kecil, sehingga satelit dirasa pas. Beda dengan kantor cabang yang size-nya besar," ucap Niko.
Hingga akhir tahun 2025, Adira Finance tercatat telah mengoperasikan sebanyak 450 kantor cabang. Di samping kantor cabang utama, perusahaan pembiayaan ini juga diperkuat oleh jaringan operasional di level satelit dan pra satelit.
"Total semuanya itu 877, termasuk satelit dan pra satelit," ujar Niko.