Adira Finance Kelola Piutang Rp64,7 Triliun per Maret 2026

Adira Finance Kelola Piutang Rp64,7 Triliun per Maret 2026
Foto: Ilustrasi Adira Finance Kelola Piutang Rp64,7 Triliun per Maret 2026.

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) mengelola piutang sebesar Rp64,7 triliun hingga 31 Maret 2026, berdasarkan data yang dilansir dari Finansial pada Selasa (5/5/2026). Capaian tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 18 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Pertumbuhan saldo piutang ini dipicu oleh peningkatan penyaluran pembiayaan baru yang didukung stabilitas permintaan masyarakat. Chief Financial Officer (CFO) Adira Finance Sylvanus Gani menjelaskan bahwa permintaan tetap terjaga baik pada kategori otomotif maupun non-otomotif.

"Pertumbuhan ini sejalan dengan peningkatan pembiayaan baru Perusahaan, yang didukung oleh permintaan pembiayaan yang tetap terjaga, baik pada segmen otomotif maupun non-otomotif," ucap Sylvanus Gani, CFO Adira Finance.

Ekspansi basis pelanggan dan optimalisasi jaringan usaha menjadi strategi utama perusahaan dalam menjangkau kebutuhan masyarakat. Namun, manajemen menekankan bahwa langkah perluasan tersebut tetap mengedepankan aspek selektivitas dan kualitas portofolio.

"Pertumbuhan pada segmen ini didukung oleh kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan yang lebih fleksibel, khususnya untuk kebutuhan produktif maupun konsumtif, dengan tetap memperhatikan kemampuan bayar konsumen dan kualitas pembiayaan," katanya.

Sylvanus Gani merinci bahwa sektor multiguna memegang peranan krusial dengan kontribusi mencapai 54 persen terhadap total pembiayaan baru per Maret 2026. Perusahaan memproyeksikan tren positif ini akan terus berlanjut hingga penghujung tahun dengan tetap waspada terhadap dinamika ekonomi.

"Dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian, Perusahaan akan berupaya mendorong pertumbuhan pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan, sejalan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan kondisi ekonomi," tegas Sylvanus Gani, CFO Adira Finance.

Meskipun optimis, pihak manajemen mengidentifikasi sejumlah tantangan industri seperti daya beli masyarakat dan fluktuasi kondisi global. Penguatan proses penyaringan nasabah dan penagihan menjadi langkah mitigasi risiko perusahaan.

"Oleh karena itu, Perusahaan akan terus menjalankan strategi pertumbuhan yang selektif, memperkuat proses underwriting dan collection, serta menjaga kualitas portofolio agar pertumbuhan piutang pembiayaan tetap berjalan secara prudent dan berkualitas," ujarnya.

Kenaikan piutang pembiayaan sebesar 1,01 persen secara tahunan pada Februari 2026 dinilai sebagai indikator pemulihan aktivitas konsumsi. Adira Finance melihat momentum ini sebagai peluang untuk meningkatkan bisnis secara bertahap.

"Bagi Adira Finance, kondisi ini menjadi momentum untuk terus mendorong pertumbuhan pembiayaan secara selektif dan berkualitas. Kami tetap berfokus pada prinsip kehati-hatian melalui penerapan underwriting yang prudent serta penguatan proses penagihan, agar pertumbuhan bisnis dapat berjalan seimbang dengan kualitas aset yang tetap terjaga," tutup Sylvanus Gani, CFO Adira Finance.

Artikel terkait

Rekomendasi