Hakim Mahkamah Konstitusi Adies Kadir mengungkapkan kesan positifnya terkait lingkungan kerja di lembaga tersebut yang dinilai memberikan ketenangan berbeda dibandingkan profesi sebelumnya pada Selasa (14/4/2026). Ia resmi menjabat sebagai hakim konstitusi untuk menggantikan Arief Hidayat yang telah memasuki masa pensiun.
Kondisi kerja yang kondusif di Mahkamah Konstitusi (MK) diakui Adies memberikan dampak signifikan bagi kesehatannya secara personal. Dilansir dari Nasional, mantan anggota legislatif ini menyebut bahwa ritme kerja yang lebih teratur menjadi faktor utama kenyamanan tersebut.
"Jadi kita tidak salah berada di sini di MK, kita mendapatkan ketenangan dalam bekerja," kata Adies Kadir, Hakim Konstitusi.
Adies menjelaskan bahwa perubahan suasana kerja ini tercermin dari hasil pemeriksaan kesehatan menyeluruh yang ia jalani baru-baru ini. Ia membandingkan kondisi fisiknya saat ini dengan masa-masa saat ia masih menjalani profesi sebelumnya.
"Biasanya hasil lab saya itu pasti ada tanda bintang. Minggu lalu saya kontrol keseluruhan, bintangnya hilang semua. Alhamdulillah, bagus semua, berarti normal," ujarnya.
Pengalaman mengenai minimnya tekanan kerja ini juga telah disampaikan Adies kepada Ketua MK beserta jajaran hakim konstitusi lainnya. Ia mencatat bahwa tekanan yang dialami di lembaga ini relatif lebih kecil jika dikomparasikan dengan jabatan-jabatan yang pernah ia pegang.
"Disampaikan karena tidak ada tekanan di sini. Tekanannya cuma dari depan," kata Adies.
Sebelum menduduki kursi hakim di MK, Adies memiliki latar belakang karier yang luas, mulai dari sektor swasta hingga politik. Ia menegaskan bahwa posisi saat ini merupakan titik paling nyaman dalam perjalanan panjang karier profesionalnya.
"Dari berbagai profesi yang pernah saya jalani, menjadi hakim konstitusi terasa paling tenang dan nyaman," ujarnya.
Meskipun beban kerja tetap ada, Adies menilai sistem di MK memungkinkan para hakim untuk menjaga keseimbangan hidup. Ia mencontohkan bagaimana pengelolaan berkas perkara dilakukan tanpa harus mengganggu waktu istirahat secara mendadak.
"Kita masih bawa berkas ke rumah, tapi kita baca dan pelajari dengan tenang. Jam tidur tetap terjaga, tidak ada lagi telepon mendadak yang memerintahkan harus berangkat ke sana atau ke sini," jelasnya.
Stabilitas lingkungan kerja ini dianggapnya sebagai pendukung utama dalam menjalankan kewenangan hakim secara mandiri. Adies menutup pernyataannya dengan menekankan aspek independensi yang terjaga di dalam institusi tersebut.
"Di sini kita independen, tidak ada tekanan-tekanan," pungkas Adies.