Adaro Andalan Indonesia Raih Persetujuan Buyback Saham Rp5 Triliun

Adaro Andalan Indonesia Raih Persetujuan Buyback Saham Rp5 Triliun
Foto: Ilustrasi Adaro Andalan Indonesia Raih Persetujuan Buyback Saham Rp5 Triliun.

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) resmi mengantongi persetujuan dari para pemegang saham untuk meluncurkan program pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai fantastis mencapai Rp5 triliun atau setara 314,5 juta dolar AS.

Dikutip dari Investortrust, aksi korporasi agresif ini telah mendapatkan lampu hijau dalam rapat umum pemegang saham yang digelar pada Jumat, 22 Mei 2026. Perusahaan komoditas ini akan melaksanakan proses buyback secara bertahap dalam jangka waktu 12 bulan ke depan.

Langkah penyerapan modal dalam jumlah besar ini memicu dua dampak sekaligus. Di satu sisi, strategi ini memperlihatkan kepercayaan diri manajemen yang tinggi dan menciptakan batas bawah harga yang kuat bagi aset batu bara, namun di sisi lain harus berhadapan dengan pengetatan regulasi likuiditas pasar modal di Indonesia.

Direktur Utama AADI, Julius Aslan, membeberkan bahwa agenda buyback sengaja dirancang demi melindungi korporasi dari fluktuasi pasar yang tidak rasional.

"If the stock price drops while the companyÔÇÖs fundamentals remain strong, we will step in and buy," ujar Aslan di sela-sela rapat yang berlangsung di Cyber 2 Tower, Jakarta.

"This is about strengthening investor confidence over the long haul."

Manajemen menegaskan alokasi dana sebesar 314,5 juta dolar AS tersebut tidak akan dihabiskan dalam satu kali eksekusi saja, melainkan secara oportunistik melihat kondisi pasar. Sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah saham yang dibeli kembali dibatasi maksimal 10 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.

Dampak Positif Terhadap Dividen per Saham

Kebijakan penarikan saham dari pasar reguler untuk disimpan sebagai saham tresuri (treasury stock) ini secara otomatis bakal mengubah kalkulasi keuntungan bagi para investor pemburu dividen.

"When a buyback is executed, the total number of outstanding shares shrinks," kata Aslan menjelaskan kepada para pemodal.

"Consequently, when we distribute our earnings, the dividend value per individual share can climb significantly higher."

Aksi pengembalian modal kepada investor ini memperpanjang catatan keuntungan bagi pemegang saham AADI, setelah dalam rapat yang sama juga disetujui pembagian total dividen tunai senilai 450 juta dolar AS.

Menyeimbangkan Regulasi Free Float Terbaru

Di tengah rencana pembelian kembali saham, AADI dituntut cermat dalam menavigasi aturan batas minimal kepemilikan saham publik (free float). Bursa Efek Indonesia (BEI) sebelumnya menetapkan porsi free float sebesar 7,5 persen yang tersebar minimal pada 300 pihak eksternal.

Kendati demikian, OJK dan BEI kini mulai memperketat aturan dengan menaikkan target pemenuhan free float secara bertahap bagi emiten berkapitalisasi besar, yakni menyasar angka 12,5 persen pada 2027 dan berlanjut hingga 15 persen di tahun 2028.

Pihak manajemen AADI menyatakan bahwa penyerapan saham di pasar akan dikalibrasi secara hati-hati agar tidak melanggar batas ketentuan likuiditas tersebut, sehingga saham perusahaan tetap memenuhi syarat untuk masuk ke dalam indeks global utama.

Artikel terkait

Rekomendasi