PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) menorehkan pertumbuhan rata-rata penjualan per gerai atau same store sales growth (SSSG) hingga dua digit di luar pulau Jawa sepanjang kuartal II-2023. Capaian ini dilansir dari Investortrust menjadi indikator kuat pemulihan pasar ritel perlengkapan rumah tangga nasional pasca-pandemi.
Analis UOB Kayhian Sekuritas Stevanus Juanda mengemukakan bahwa realisasi penjualan perseroan pada kuartal II-2023 mengalami peningkatan sebesar 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka pertumbuhan tersebut juga terpantau lebih tinggi 13,5 persen jika dibandingkan dengan pencapaian pada kuartal I-2023.
Kenaikan volume penjualan tersebut memberikan dampak langsung yang signifikan terhadap struktur profitabilitas perusahaan. Laba operasional ACES tercatat melonjak sebesar 51,8 persen, sementara laba bersih setelah pajak mengalami kenaikan drastis hingga 62,1 persen secara tahunan.
"Tingginya pertumbuhan penjualan pada kuartal II-2023 berimbas terhadap kenaikan laba operasional sebanyak 51,8% dan laba bersih setelah pajak sebanyak 62,1%, dibandingkan kuartal II-2023," terang Stevanus Juanda, Analis UOB Kayhian Sekuritas.
Selain lonjakan laba, perusahaan juga mampu menjaga efisiensi dengan mempertahankan margin kotor yang stabil. Margin operasional dilaporkan tumbuh sebesar 230 bps, yang diikuti dengan penambahan margin keuntungan bersih sebesar 217 bps sebagai hasil dari efektivitas operasional.
Peningkatan aktivitas belanja masyarakat secara langsung di toko fisik menjadi katalis utama bagi emiten ritel ini. Berdasarkan data internal perseroan, tingkat kunjungan atau trafik ke gerai-gerai Ace Hardware saat ini telah bergerak mendekati level normal seperti sebelum terjadinya pandemi Covid-19.
"Berdasarkan data, peningkatan trafik pengunjung gerai perseroan akan berkontribusi positif terhadap pertumbuhan penjualan setiap gerai," terang Stevanus Juanda, Analis UOB Kayhian Sekuritas.
Menyikapi tren positif tersebut, ACES kini memfokuskan strategi ekspansi ke wilayah di luar pulau Jawa, khususnya pada kota-kota dengan populasi sekitar 300 ribu jiwa. Hingga saat ini, perusahaan mengoperasikan 230 gerai di 60 kota di Indonesia, dengan 180 gerai di antaranya masih berlokasi di pulau Jawa.
Target bisnis tahun ini mencakup rencana pembukaan 12 gerai baru dan penutupan 11 gerai lama. Untuk tahun depan, manajemen memproyeksikan penambahan 15 gerai baru dengan rencana penutupan hanya 13 gerai guna memastikan pertumbuhan jumlah gerai tetap surplus.
UOB Kayhian Sekuritas merespons performa ini dengan menaikkan target harga saham ACES menjadi Rp1.000 per lembar dari sebelumnya Rp700. Proyeksi pendapatan perseroan turut direvisi naik menjadi Rp7,08 triliun dengan target laba bersih yang ditingkatkan menjadi Rp719 miliar untuk tahun ini.