Persaingan ketat bakal tersaji dalam turnamen Piala AFF U-19 2026 yang diselenggarakan di Medan, Sumatra Utara, pada 1 hingga 14 Juni mendatang. Kompetisi kelompok umur bergengsi se-Asia Tenggara ini memicu kesiapan matang dari setiap negara peserta.
Dikutip dari Suara, juru taktik Timnas Vietnam U-19, Yutaka Ikeuchi, secara terbuka memetakan kekuatan lawan di fase grup. Skuad muda Vietnam sendiri tergabung dalam Grup A bersama tuan rumah Timnas Indonesia U-19, Myanmar U-19, dan Timor Leste U-19.
Timnas Indonesia U-19 dinilai menjadi batu sandungan terbesar bagi ambisi Vietnam. Pasukan muda Golden Star Warriors mengemban misi besar untuk merebut takhta juara yang saat ini dipegang oleh skuad Merah Putih sejak memenangi edisi 2024 di Surabaya.
Langkah Vietnam untuk mengamankan poin diprediksi tidak akan berjalan mudah. Mereka dijadwalkan menghadapi anak asuh Nova Arianto pada laga pamungkas babak penyisihan Grup A yang bergulir pada 7 Juni 2026.
Sebelum memboyong anak asuhnya ke Medan, Yutaka Ikeuchi mengingatkan timnya agar tidak meremehkan kekuatan Garuda Muda. Pelatih asal Jepang tersebut menyoroti kedalaman skuad Indonesia yang diisi talenta berbakat dengan pengalaman internasional melimpah.
Beberapa nama penggawa Indonesia yang sempat berlaga di atmosfer Piala Dunia U-17 menjadi perhatian khusus, seperti Welber Jardim, Mathew Baker, Eizar Tanjung, hingga Amar Brkic.
"Indonesia tentu saja lawan yang sangat kuat. Namun, tujuan kami tetap untuk mencoba melangkah sejauh mungkin dan mencapai peringkat tertinggi di turnamen ini," ucap Yutaka Ikeuchi dikutip dari laman Soha.
Persiapan Intensif Skuad Vietnam
Guna membendung kekuatan tuan rumah, persiapan intensif telah dijalankan oleh armada Vietnam U-19. Pasukan racikan Ikeuchi ini menghabiskan waktu hampir satu bulan penuh untuk mengasah kemampuan di Pusat Pelatihan Sepak Bola Remaja Vietnam.
Tidak hanya berlatih di dalam negeri, mereka juga melakoni pemusatan latihan selama sepuluh hari di Jepang. Agenda tersebut difokuskan untuk mematangkan eksekusi taktik serta menyelaraskan pemahaman gaya bermain antar-pemain.
Kendala objektif sempat dihadapi Ikeuchi karena tidak bisa membawa beberapa pemain pilihan utama ke dalam tim. Meski demikian, pelatih berusia 64 tahun tersebut mengaku tetap puas dengan kondisi skuad yang ada sekarang.
"Memang benar bahwa beberapa pemain yang ingin saya lihat masuk tidak bisa karena alasan obyektif. Namun, tim kami masih memiliki banyak pemain berkualitas lainnya," ujar Yutaka Ikeuchi.
Dalam mengomandani pasukannya, juru taktik tersebut menanamkan filosofi permainan yang seimbang. Para pemain Vietnam U-19 dituntut untuk memahami sistem sepak bola ofensif dan defensif secara menyeluruh di lapangan.