YouTube mulai menguji coba fitur pencarian baru berbasis kecerdasan artifisial (AI) bernama Ask YouTube untuk menghadirkan pengalaman pencarian melalui dialog percakapan pada Rabu (29/4/2026). Dilansir dari Teknologi, inovasi ini merupakan strategi Google dalam menyematkan kemampuan AI generatif ke produk digital mereka.
Integrasi teknologi ini memungkinkan pengguna mendapatkan ringkasan teks yang merangkum isi konten secara komprehensif, tidak hanya sekadar daftar video. Melalui fitur tersebut, proses pencarian informasi spesifik di tengah jutaan jam konten diharapkan dapat berjalan lebih singkat dan efisien.
Pihak pengembang menjelaskan bahwa sistem ini dirancang agar pengguna dapat melakukan pendalaman informasi secara berkelanjutan dalam satu antarmuka pencarian.
"Pengguna dapat mengajukan pertanyaan kompleks dan menerima hasil komprehensif yang mencakup video dan teks, kemudian mengajukan pertanyaan lanjutan untuk pendalaman," tulis pihak YouTube.
Fitur Ask YouTube akan muncul sebagai tombol baru di bar pencarian yang menyediakan saran perintah atau opsi instruksi manual bagi pengguna. Dalam masa uji coba, sistem ini mampu merangkum sejarah pendaratan bulan Apollo 11 dengan menyertakan segmen video yang relevan secara otomatis melalui penanda waktu.
Eksperimen ini juga mencakup fitur lain di ekosistem Google seperti Beyond the Beat di YouTube Music dan alat bimbingan VibeCheck untuk kreator Shorts. Langkah tersebut dipandang sebagai upaya operasional untuk memperkuat keterlibatan pelanggan layanan berbayar dalam jangka panjang.
Meski mempermudah navigasi, teknologi ini masih menghadapi tantangan terkait akurasi data karena adanya risiko temuan informasi yang kurang tepat secara faktual. Program eksperimental ini tersedia secara terbatas di YouTube Labs bagi pelanggan Premium di Amerika Serikat yang berusia 18 tahun ke atas hingga 8 Juni mendatang.