Empat Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia dilaporkan dalam kondisi baik setelah menjadi korban pembajakan kapal MT Honour 25 oleh perompak di perairan Somalia sejak Rabu, 22 April 2026. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri terus memantau keselamatan para sandera tersebut hingga Kamis, 30 April 2026.
Kondisi terkini para kru berkebangsaan Indonesia tersebut dikonfirmasi oleh pihak otoritas di Somalia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Nairobi. Dilansir dari Nasional, kapal berbendera Uni Emirat Arab itu membawa total 17 kru saat insiden terjadi di sekitar wilayah Hafun.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu Heni Hamidah memberikan keterangan resmi terkait status keamanan para pelaut yang tertahan di wilayah konflik tersebut.
"Berdasarkan informasi terakhir yang diperoleh KBRI Nairobi dari otoritas di Somalia, sejauh ini para ABK WNI yang berada di kapal tersebut dalam kondisi baik," kata Heni Hamidah, Direktur Pelindungan WNI Kemlu.
Heni menjelaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah melakukan langkah penanganan lanjutan. Upaya ini melibatkan kerja sama dengan pemerintah setempat, tokoh masyarakat, hingga pelaku usaha yang berkaitan dengan operasional kapal.
"Karena pendataan ini menjadi sangat penting ketika terjadi sesuatu terhadap para ABK WNI tersebut," ujarnya Heni Hamidah, Direktur Pelindungan WNI Kemlu.
Pemerintah juga mendorong penguatan koordinasi internal di dalam negeri untuk memperbaiki sistem pendataan pekerja migran di sektor kelautan. Hal ini ditujukan guna mencegah terulangnya kendala administratif dalam penanganan kasus serupa di masa mendatang.
Di antara para korban, terdapat Kapten Ashari Samadikun yang merupakan alumni Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar asal Sulawesi Selatan. Informasi mengenai identitas kru diperoleh dari data manifes rekan korban, Eleora Kamaya Lekon, yang menyebutkan kapal sedang berlayar dari Oman.
Selain empat WNI, kapal tersebut diawaki oleh sepuluh warga negara Pakistan. Kru lainnya terdiri dari masing-masing satu orang warga negara asal Myanmar, Sri Lanka, dan India.
"KBRI Nairobi terus melakukan koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait di Somalia," kata Heni Hamidah, Direktur Pelindungan WNI Kemlu.
Pihak kementerian menegaskan akan tetap melakukan pemantauan saksama terhadap situasi di lapangan. Koordinasi terukur terus diupayakan agar proses penyelamatan seluruh awak kapal dapat berjalan secara optimal sesuai protokol keamanan internasional.