Waspadai Tiga Kategori Asupan Pemicu Risiko Kanker

Waspadai Tiga Kategori Asupan Pemicu Risiko Kanker
Foto: Ilustrasi Waspadai Tiga Kategori Asupan Pemicu Risiko Kanker.

Pola makan memegang peranan sebagai pilar utama dalam menjaga kesehatan tubuh manusia. Namun, dilansir dari Media Indonesia, beberapa jenis asupan yang dikonsumsi sehari-hari tanpa disadari justru menyimpan potensi bahaya bagi kesehatan.

Sejumlah makanan dan minuman diketahui memiliki sifat karsinogenik. Senyawa ini mampu memicu perubahan sel tubuh hingga berkembang menjadi kanker jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang.

Masyarakat kini diimbau untuk lebih selektif dalam memilih menu harian demi mencegah penyakit tersebut. Berdasarkan informasi kesehatan yang dihimpun, terdapat tiga kategori utama asupan yang kerap dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker, yaitu daging merah beserta olahannya, makanan instan, dan minuman beralkohol.

Daging merah seperti sapi, kambing, dan babi sebenarnya merupakan sumber protein serta mineral yang baik. Meski demikian, kandungan lemak jenuh dan kolesterol yang tinggi di dalamnya menuntut batasan konsumsi yang ketat.

Risiko kesehatan ini akan semakin meningkat pada produk daging olahan. Beberapa contoh produk yang perlu diwaspadai antara lain sosis, ham, dan bacon.

Bahaya karsinogenik dari komoditas ini sering kali muncul akibat metode memasak yang salah. Penggunaan suhu tinggi seperti membakar, memanggang, atau menggoreng dapat memicu terbentuknya senyawa berbahaya.

Para ahli menyarankan batas aman konsumsi daging merah adalah sekitar 70 gram per hari. Selain itu, pengolahannya harus menggunakan metode yang lebih sehat, seperti direbus atau dikukus.

Zat Tambahan pada Makanan Instan

Makanan instan kini menjadi perhatian serius karena kandungan zat tambahan serta proses produksinya. Salah satu senyawa yang diwaspadai adalah akrilamida, yang terbentuk saat makanan tinggi karbohidrat dimasak pada suhu ekstrem.

Di samping itu, terdapat beberapa bahan tambahan pangan (BTP) yang patut diwaspadai jika dikonsumsi melampaui batas aman. Informasi mengenai zat tambahan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut.

Daftar Zat Tambahan Makanan dan Potensi Risiko Kesehatan
Zat TambahanSumber UmumPotensi Risiko
Minuman ringan, makanan kemasanPeningkatan risiko kanker secara umumMinuman bersoda, makanan asam
Membentuk benzena (karsinogen) jika bertemu Vitamin CDaging kaleng, sosis, ikan asinDikaitkan dengan risiko kanker lambung

Ancaman Kebiasaan Konsumsi Minuman Beralkohol

Bukan hanya faktor makanan, minuman beralkohol juga menjadi komponen risiko yang signifikan terhadap kemunculan sel kanker. Saat alkohol masuk ke dalam tubuh, organ hati akan memecahnya menjadi asetaldehida.

Senyawa karsinogenik hasil perombakan tersebut tidak hanya merusak sel tubuh secara langsung. Asetaldehida juga bekerja melemahkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan sel prakanker.

Konsumsi alkohol yang tidak terkontrol telah lama dikaitkan dengan berbagai jenis kanker mematikan. Saluran yang rentan berkembnag menjadi kanker meliputi kanker mulut, tenggorokan, esofagus, payudara, hingga kanker hati dan pankreas.

Langkah preventif terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan pola makan seimbang sejak dini. Langkah ini mendesak dilakukan dengan membatasi asupan olahan, dan lebih teliti membaca label kemasan sebelum membeli produk pangan.

Artikel terkait

Rekomendasi