Waspada, Kolesterol dan Gula Darah Tinggi Picu Kerusakan Hati, Ini Faktanya

Waspada, Kolesterol dan Gula Darah Tinggi Picu Kerusakan Hati, Ini Faktanya
Foto: Waspada, Kolesterol dan Gula Darah Tinggi Picu Kerusakan Hati, Ini Faktanya. (Illustration by Pexels)

Kebiasaan mengonsumsi makanan berminyak, minuman manis, serta kurangnya aktivitas fisik sering kali dianggap sebagai hal lumrah dalam gaya hidup modern. Padahal, pola hidup semacam ini secara perlahan dapat memicu lonjakan kadar kolesterol dan gula darah di dalam tubuh.

Dampak dari kondisi ini ternyata tidak hanya berhenti pada masalah berat badan atau risiko diabetes saja. Penumpukan kolesterol dan gula darah yang tidak terkendali juga berisiko tinggi merusak fungsi hati melalui penumpukan lemak.

Mengenal Bahaya Fatty Liver Akibat Gangguan Metabolik

Kondisi medis yang dikenal sebagai Metabolic Dysfunction-Associated Steatotic Liver Disease (MASLD) atau perlemakan hati kini menjadi ancaman serius. Gangguan ini sering kali berkembang secara diam-diam tanpa menunjukkan gejala yang nyata pada penderitanya.

Dr. dr. Kaka Renaldi, Sp.PD-KGEH, FINASIM, spesialis dari Mayapada Hospital Kuningan, menjelaskan bahwa gangguan hati sangat berkaitan erat dengan kondisi metabolik tubuh. Menurutnya, perubahan profil metabolik seharusnya menjadi peringatan dini bagi seseorang untuk mulai memeriksakan kesehatan hatinya.

Pada tahap awal, perlemakan hati umumnya tidak menimbulkan keluhan fisik yang khas sehingga pasien merasa tetap sehat. Akibatnya, banyak orang baru menyadari adanya kerusakan fungsi hati setelah kondisinya memasuki tahap yang cukup parah atau serius.

Beberapa indikator fisik dan medis yang perlu diwaspadai sebagai tanda metabolisme tubuh tidak berjalan optimal meliputi:

Tanda-tanda gangguan metabolisme yang memengaruhi hati:

  • Kenaikan kadar trigliserida dalam darah secara signifikan.
  • Kadar gula darah yang cenderung tidak stabil atau terus meningkat.
  • Peningkatan berat badan yang disertai dengan pembesaran lingkar perut.
  • Profil kolesterol yang buruk dalam jangka waktu yang lama.

Pemantauan terhadap indikator-indikator tersebut sangat krusial karena menjaga kestabilan kolesterol bukan sekadar mencegah penyakit jantung, tetapi juga menjaga kesehatan organ hati secara menyeluruh.

Layanan Deteksi Dini di Gastrohepatology Center

Guna mengantisipasi risiko komplikasi, Mayapada Hospital Kuningan menyediakan layanan komprehensif yang berfokus pada gangguan metabolik dan kesehatan hati. Fasilitas ini dirancang khusus untuk menangani pasien dengan risiko obesitas, diabetes, hingga sindrom metabolik.

Rumah sakit ini didukung oleh teknologi medis mutakhir untuk memberikan hasil evaluasi yang akurat bagi para pasien. Berikut adalah beberapa metode pemeriksaan yang tersedia untuk mengevaluasi kondisi hati dan metabolisme:

Jenis Pemeriksaan Fungsi dan Kegunaan
USG Elastografi Pemeriksaan hati non-invasif untuk menilai tingkat kekakuan atau jaringan parut.
Total Body Matrix Assessment Evaluasi komposisi tubuh dan indikator metabolik secara menyeluruh.
Radiologi (CT Scan & MRI) Melihat detail struktur hati dan mendeteksi penumpukan lemak secara visual.
Endoskopi Prosedur untuk melihat kondisi saluran pencernaan yang terkait dengan fungsi hati.

Layanan yang terintegrasi dalam Gastrohepatology Center ini telah tersedia di berbagai unit Mayapada Hospital di seluruh Indonesia. Pasien dapat mengakses layanan ini di cabang Jakarta Selatan, Tangerang, Bogor, Surabaya, Bandung, hingga Jakarta Timur.

Untuk mempermudah akses informasi, masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi MyCare guna memantau indikator kesehatan mandiri seperti detak jantung dan BMI. Layanan konsultasi dan pendaftaran juga dapat dilakukan melalui call center resmi maupun platform WhatsApp.

Artikel terkait

Rekomendasi