Jemaah haji di Arab Saudi diimbau mewaspadai risiko kaki pecah-pecah hingga melepuh akibat paparan cuaca ekstrem dan udara kering yang melanda wilayah Jeddah dan sekitarnya. Masalah kesehatan ini dipicu oleh suhu permukaan lantai atau aspal yang dilaporkan dapat mencapai angka 60 hingga 70 derajat Celsius.
Dilansir dari Cahaya, penurunan kelembapan kulit menjadi penyebab utama kerusakan elastisitas telapak kaki pada jemaah. Kondisi tersebut membuat kulit menjadi sangat rapuh dan rentan mengalami luka bakar derajat dua saat bersentuhan langsung dengan area terbuka yang panas.
"Kondisi udara yang sangat kering dan panas di Saudi tidak hanya membuat kulit haus, tapi juga merusak elastisitas telapak kaki. Kaki yang pecah-pecah sangat rentan mengalami luka bakar atau melepuh saat terpapar suhu permukaan aspal/lantai yang bisa mencapai 60-70┬░C," jelas dr Fathi, dokter dari Sektor 1 Daerah Kerja (Daker) Bandara.
Kerusakan kulit berupa luka melepuh dapat terjadi dalam hitungan detik akibat hilangnya proteksi alami kulit. Selain menyebabkan nyeri yang mengganggu ibadah, celah pada kulit pecah-pecah berisiko menjadi jalur infeksi kuman yang membahayakan kondisi fisik jemaah.
Terdapat lima langkah mitigasi utama yang disarankan, mulai dari penggunaan alas kaki nyaman yang sudah terbiasa dipakai hingga pemakaian pelembap secara rutin. Jemaah juga diminta selalu menggunakan kaus kaki sebagai lapisan pelindung tambahan dan mewaspadai waktu rawan antara pukul 10.00 hingga 16.00.
Dokter Fathi juga menekankan pentingnya membawa kantong sandal sendiri untuk menghindari risiko kehilangan alas kaki di area masjid. Larangan berjalan tanpa alas kaki tetap diberlakukan secara ketat meski jemaah kehilangan sandal mereka di lokasi yang sangat panas.
"Jika keluar masjid dan sandal hilang, jangan nekat berjalan di atas lantai yang panas. Segera hubungi petugas atau rekan untuk bantuan," tegas dr Fathi.
Bagi jemaah yang sudah mengalami luka melepuh, penanganan mandiri sangat dilarang demi menghindari komplikasi medis. Luka yang tidak ditangani secara profesional dapat memicu infeksi terbuka yang lebih parah pada permukaan telapak kaki.
ÔÇ£Jika kulit kaki sudah terlanjur melepuh, jangan pernah dipecahkan sendiri karena akan memicu infeksi terbuka. Segera lapor ke petugas kesehatan terdekat,ÔÇØ ujar dr Fathi.
Pemeliharaan kesehatan kaki dinilai sebagai faktor krusial dalam menunjang mobilitas selama pelaksanaan rukun Islam kelima di Tanah Suci. Penjagaan kondisi fisik kaki merupakan bagian dari upaya menjaga kelancaran seluruh rangkaian prosesi ibadah haji.
"Kaki adalah tumpuan utama dalam ibadah haji. Melindungi kaki berarti menjaga kelancaran rangkaian ibadah haji. Mencegah kaki dari pecah-pecah dan melepuh jauh lebih mudah daripada mengobatinya," pungkas dr Fathi.