Aktivitas pembelian hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Pasar Kambing Tanah Abang, Jakarta Pusat, mulai mengalami peningkatan omzet penjualan. Paket ekonomis menjadi komoditas yang paling diburu oleh masyarakat demi menyiasati lonjakan harga musiman, dilansir dari Megapolitan pada Senin (18/5/2026).
Permintaan tinggi terhadap paket hemat ini dikonfirmasi langsung oleh salah satu pedagang di lokasi yang menyediakan opsi kambing maupun sapi dengan bobot tertentu. Kriteria paket murah tersebut dinilai lebih ramah di kantong konsumen untuk pelaksanaan ibadah kurban pada Rabu (27/5/2026) mendatang.
"Yang banyak dicari sekarang ini paket ekonomis. Itu kalau kambing yang harga Rp 2,5 juta ke atas sampai Rp 3 juta ke atas," ujar Jack saat ditemui Kompas.com di Pasar Kambing Tanah Abang, Senin (18/5/2026).
Untuk jenis kambing hemat tersebut, berat hidup per ekor berada di kisaran 25 hingga 30 kilogram dengan estimasi hasil daging bersih mencapai separuh bobot awal. Sementara itu, varian sapi paket ekonomis ditawarkan mulai harga Rp 20 juta untuk bobot hidup di atas 200 kilogram.
Sistem patungan antar-keluarga atau rekan kerja juga jamak diterapkan konsumen untuk memboyong kambing seharga Rp 3,5 juta sampai Rp 4,5 juta. Kenaikan harga pakan, konsentrat, vitamin, hingga biaya logistik dari daerah asal seperti Wonosobo, Lampung, dan Probolinggo memicu koreksi harga sapi nonpaket hingga Rp 25 juta-Rp 55 juta.
"Kan naik karena berbagai faktor. Karena harga pakan naik, konsetrat, obat dan vitamin naik kan. Lalu ongkos kirim sapi juga naik," tutur Jack.
Kenaikan harga sejatinya sudah bergulir bertahap sejak Ramadan 2026 dengan akumulasi mencapai Rp 2 juta untuk sapi dan Rp 100.000 hingga Rp 200.000 untuk kambing. Meski demikian, basis pelanggan tetap membuat ritme transaksi harian di pasar tersebut relatif stabil dengan catatan 10 hingga belasan pembeli setiap harinya.
"Paling ramai kalau jam pulang kerja. Sore menjelang Maghrib. Malam ada. Pagi juga ada. Nah nanti kalau makin mendekati hari raya, lebih ramai," jelas Jack.
Lonjakan puncak diperkirakan terjadi pada lima hari sebelum Idul Adha dengan estimasi hingga 30 permintaan per hari untuk komoditas sapi simental, limosin, Madura, kambing boer, serta Jawa super.
"Biasanya H-5 Idul Adha. Itu bisa sampai 30 permintaan per hari untuk sapi dan kambing. Kami juga melayani pemotongan hewan kurban di sini," lanjut dia.