Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak Memeriksa Fasilitas Hotel Jemaah Haji

Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak Memeriksa Fasilitas Hotel Jemaah Haji
Foto: Ilustrasi Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak Memeriksa Fasilitas Hotel Jemaah Haji.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak meninjau langsung hotel pemondokan jemaah haji Indonesia di kawasan Misfalah, Makkah, pada Selasa (19/5/2026) malam, guna menindaklanjuti sejumlah keluhan terkait fasilitas penginapan. Peninjauan yang dilakukan bersama Wakil Menteri Perhubungan Suntana ini dilansir dari Nasional.

Fasilitas penginapan di wilayah Misfalah menjadi sorotan setelah adanya laporan mengenai gangguan operasional pada lift. Selain itu, kendala teknis lain seperti pemadaman lampu secara mendadak juga sempat dikeluhkan oleh para jemaah yang menginap di sana.

"Banyak-banyak komplain dari jemaahnya karena masalah lift misalnya, masalah lampu yang tiba-tiba mati dan segala macam," ucap Wamenhaj Dahnil usai visitasi pada Selasa (19/5/2026) malam.

Pihak manajemen akomodasi langsung melakukan perbaikan setelah menerima laporan keluhan tersebut. Langkah cepat ini diambil agar kenyamanan para jemaah haji selama berada di Makkah tidak terganggu lebih lama.

"Alhamdulillah, pihak hotel itu responsnya cepat. Semua masalah yang muncul kemudian diselesaikan dengan segera. Yang paling penting itu," sebut Dahnil.

Manajemen hotel dinilai akomodatif dalam mengatasi persoalan teknis di lapangan. Selain performa pengelola penginapan, kesigapan para petugas haji yang berjaga di Sektor tujuh Misfalah juga mendapatkan perhatian khusus.

"Kalau ada respons, ada solusi, ada empati dan simpati, insyaallah mereka tenang. Dan alhamdulillah di sini petugasnya fast response, pihak hotel juga kerja samanya cukup," sebut Dahnil.

Rombongan kementerian kemudian melanjutkan pemantauan ke sektor layanan angkutan jemaah. Para petugas transportasi dilaporkan tetap menjalankan tugas di bawah cuaca panas Arab Saudi demi memastikan kelancaran pergerakan jemaah.

"Transportasi ini tugasnya berat sekali. Kami juga ngecek langsung siang-siang, mereka 12 jam bertugas di panas-panas," ungkap Wamenhaj Dahnil.

Beban kerja tim transportasi dinilai cukup tinggi karena durasi dinas yang panjang. Di samping itu, mereka juga kerap menerima berbagai keluhan dari jemaah yang sebenarnya berada di luar ranah operasional angkutan.

"ditransportasi, sudah panas, dapat komplain macam-macam, ada jemaah yang ngaku hilang sendal itu ngelapor ke transportasi," ujarnya.

Kunjungan kerja ini dimanfaatkan untuk memberikan dukungan moral kepada para petugas lapangan. Pemerintah berharap kualitas pelayanan, pembinaan, dan perlindungan terhadap jemaah haji Indonesia terus dipertahankan ke ke depannya.

"Jadi tadi Pak Wamenhub dan saya itu memberikan semangat, motivasi kepada teman-teman transportasi supaya tetap dedikasi dan tetap ikhlas melayani jemaah kita. Itu poin pentingnya," imbuhnya.

Secara keseluruhan, koordinasi antarunsur dinilai berjalan dengan baik dalam menangani dinamika di pemondokan. Berbagai pihak memberikan apresiasi atas kesigapan yang ditunjukkan oleh para petugas di Makkah.

"Secara keseluruhan alhamdulillah petugas kita dapat respons positif dari banyak pihak, dan saya berterima kasih kepada mereka semuanya," tandasnya.

Artikel terkait

Rekomendasi