Wakil Menteri Haji RI Dahnil Anzar Simanjuntak memberikan arahan tegas kepada Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1447 Hijriah saat seremoni pelepasan daerah kerja Bandara dan Madinah di Asrama Haji Jakarta, Jakarta Timur, pada Jumat (17/4/2026).
Dahnil menekankan agar para petugas tidak mencederai amanah dan harapan jemaah yang telah berkorban secara materi, termasuk menjual aset berharga demi berangkat ke Tanah Suci. Penegasan ini dilansir dari Nasional sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan haji tahun 2026.
"Sebagian besar jemaah itu menjual tanahnya, jual sawahnya, bahkan mereka menabung selama masa hidupnya untuk bisa naik haji. Jangan mengkhianati harapan mereka untuk bisa menunaikan naik haji dengan baik," ujar Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Menteri Haji RI.
Wamenhaj menilai latar belakang jemaah yang sangat beragam menuntut kesigapan petugas dalam memberikan pelayanan maksimal. Beliau menyoroti tingginya semangat spiritualitas masyarakat Indonesia yang harus dijaga selama proses ibadah berlangsung.
"Semangat spiritual jemaah Indonesia sangat luar biasa. Itu adalah amanah yang harus dijaga," ucap Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Menteri Haji RI.
Data demografi menunjukkan mayoritas jemaah berasal dari kalangan ibu rumah tangga sebanyak 52.717 orang, disusul pegawai swasta 46.462 orang, PNS 40.143 orang, dan petani 24.126 orang. Dari sisi pendidikan, lebih dari 100.000 jemaah merupakan lulusan SMA ke bawah.
"Sebagian besar jemaah kita itu 55.000 orang jemaah hanya lulusan SD, 56.000 lagi itu hanya lulusan SMP dan SMA. Jadi hampir 100.000 lebih jemaah kita itu paling tinggi pendidikannya itu adalah lulusan SMA," kata Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Menteri Haji RI.
Kondisi usia jemaah juga menjadi perhatian serius karena didominasi kelompok usia 41 hingga 64 tahun. Selain itu, terdapat lebih dari 40.000 jemaah lansia di atas 65 tahun serta angka jemaah berisiko tinggi kesehatan yang cukup signifikan.
"25 persen jemaah kita itu adalah orang-orang yang sepuh, orang-orang yang tua. 177.000 dari total 203.000 jemaah reguler Indonesia itu adalah orang-orang yang dikategorikan risti atau berisiko tinggi, terutama terkait dengan kesehatan," ucap Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Menteri Haji RI.
Melihat komposisi jemaah tersebut, pemerintah meminta seluruh personil lapangan untuk tetap fokus dan berdedikasi tinggi selama bertugas di Arab Saudi tanpa mengabaikan tanggung jawab mereka sedikit pun.
"Jadi sahabat sekalian para petugas haji, demografi inilah yang nanti Anda layani. Maka tidak ada waktu berleha-leha," ujar Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Menteri Haji RI.