Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau jemaah calon haji Indonesia untuk mempersiapkan stamina fisik yang prima menjelang puncak ibadah di Mina, seperti dilansir dari Media Indonesia.
Persiapan fisik tersebut sangat dibutuhkan karena jemaah akan menghadapi rute berjalan kaki yang cukup panjang dari lokasi tenda menuju tempat melontar jumrah di Jamarat.
Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan bahwa jarak dari tenda yang letaknya paling jauh di Markas 12 menuju Jamarat bisa mencapai sekitar 3,5 kilometer.
Kondisi geografis ini membuat para jemaah haji harus menempuh perjalanan pulang-pergi dengan total jarak sejauh 7 kilometer setiap harinya selama masa tinggal di Mina.
ÔÇ£Dari tenda terjauh kita di Markas 12 ke Jamarat itu kemungkinan 3,5 kilometer. Jadi kalau pulang balik perhitungannya 7 kilometer per hari,ÔÇØ ujar Dahnil saat meninjau fasilitas tenda di Mina dan jalur menuju Jamarat, Arab Saudi, Sabtu (23/5).
Berdasarkan perhitungan teknis, total jarak tempuh berjalan kaki yang akan dilalui jemaah selama fase di Mina sangat signifikan dan dipengaruhi oleh pilihan nafar yang diambil.
Jemaah yang memilih Nafar Awal diestimasi akan menempuh total jarak berjalan kaki mencapai 21 kilometer.
Sementara itu, bagi jemaah yang mengambil pilihan Nafar Tsani, estimasi total jarak yang harus ditempuh dengan berjalan kaki mencapai sekitar 28 kilometer.
Dahnil Anzar Simanjuntak menekankan bahwa fase ibadah di Mina ini memerlukan pergerakan fisik yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan fase Wukuf di Arafah atau Mabit di Muzdalifah.
Pada saat berada di Arafah dan Muzdalifah, para jemaah haji dinilai cenderung lebih banyak berdiam diri untuk fokus memanjatkan doa.
Guna mengantisipasi berbagai kendala yang mungkin terjadi di lapangan, pemerintah telah menyiagakan petugas operasional dan perlindungan di lima titik pos sepanjang jalur Jamarat.
Para petugas yang berjaga di sepanjang jalur penyeberangan tersebut dapat diidentifikasi secara langsung melalui seragam dan topi yang berwarna cokelat.
ÔÇ£Informasi penting untuk jamaah calon haji kita yang melalui jalur ini, mohon untuk tidak panik dan tetap bergerak secara rombongan. Jika membutuhkan bantuan, petugas berseragam cokelat akan tersebar, sehingga mudah dihubungi saat jamaah calon haji butuh pertolongan,ÔÇØ ujar Dahnil.
Sebagai langkah persiapan akhir sebelum memasuki puncak Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), jemaah diminta memprioritaskan waktu luang mereka untuk beristirahat total.
Selain menjaga pola makan secara teratur, jemaah calon haji juga diimbau untuk memperbanyak doa agar kondisi kesehatan mereka tetap terjaga dengan baik hingga seluruh rangkaian ibadah selesai.