Wamenhaj Evaluasi Keberangkatan Jemaah dan Kesiapan Layanan di Saudi

Wamenhaj Evaluasi Keberangkatan Jemaah dan Kesiapan Layanan di Saudi
Foto: Ilustrasi Wamenhaj Evaluasi Keberangkatan Jemaah dan Kesiapan Layanan di Saudi.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak melakukan evaluasi menyeluruh terhadap fase keberangkatan jemaah haji Indonesia setibanya di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi, pada Senin (18/5). Evaluasi tersebut mencakup kesiapan logistik dan layanan kesehatan di Tanah Suci.

Rombongan Amirul Hajj tersebut juga diikuti oleh sejumlah pejabat penting lainnya, seperti Wakil Menteri Perhubungan Komjen (Purn.) Suntana dan perwakilan tim monitoring Kementerian Pertahanan Brigjen Wira. Tokoh representasi kelompok minoritas Indonesia, K.H. Jusuf Hamka, turut serta dalam penerbangan ini, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Dahnil Anzar memberikan keterangan pers yang menyatakan rasa syukur atas kelancaran proses pemberangkatan jemaah dari tanah air tahun ini. Ia menilai fase awal operasional haji tersebut minim kendala krusial dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

"Di Indonesia, alhamdulillah banyak perbaikan, tidak ada isu-isu yang krusial. Jadi, biasanya kan isunya adalah ada pergantian atau terpisahnya mahrum atau anggota keluarga. Nah, sampai dengan hari ini pada saat keberangkatan, kami tidak menemukan ada pergantian atau perpisahan mahrum," ujar Dahnil.

Kementerian Haji dan Umrah juga mencatat peningkatan signifikan pada tata kelola pembagian kartu Nusuk. Dokumen wajib ibadah di masyaid tersebut dipastikan telah terdistribusi dengan baik sejak jemaah masih berada di Indonesia maupun sesaat setelah mendarat di Arab Saudi.

"Kedua, kartu Nusuk. Kartu Nusuk biasanya dibagikan di Indonesia sekarang. Tidak satu pun ada isu krusial terkait dengan kartu Nusuk, semuanya sudah terbagikan di Indonesia. Walaupun tentu ada yang belum sempat terbagikan, kemudian dibagikan ketika ketibaan. Dan alhamdulillah tidak sampai berminggu-minggu baru kartu Nusuknya diperoleh. Begitu ada di Saudi, kemudian langsung dapat kartu Nusuk," jelas Dahnil.

Pemerintah turut memantau sektor logistik dan konsumsi agar berjalan sesuai standar regulasi yang ditetapkan. Hasil pantauan menunjukkan pemenuhan porsi makanan jemaah terpenuhi dengan baik dan bebas dari permasalahan medis.

"Kemudian isu konsumsi, alhamdulillah semuanya berjalan dengan baik. Tidak ada isu misalnya keracunan, tidak ada isu makanan tidak sesuai gramasinya, dan seterusnya. Isu-isu lain tidak ada yang sensitif, semuanya berjalan dengan lancar," tambah Dahnil.

Meski operasional dokumen dan konsumsi dinilai sukses, pengetatan pengawasan kini dialihkan pada sektor kesehatan jemaah selama berada di Arab Saudi. Isu kesehatan menjadi prioritas utama dan catatan evaluasi yang akan dipantau secara ketat oleh pemerintah.

"Tapi tentu yang menjadi catatan kami dan kami harus terus perbaikan itu adalah isu kesehatan. Isu kesehatan kami ingin memastikan nanti tahun ini sudah sangat ketat, tapi tentu masih ada PR (pekerjaan rumah) yang perlu kita perbaiki," tegas Dahnil.

Langkah antisipasi kerawanan kesehatan, terutama bagi jemaah lansia, akan dilakukan melalui monitoring berkala. Tim medis bersama rombongan Amirul Hajj berkomitmen mengawal kondisi fisik jemaah dari penyakit menular maupun gangguan kesehatan lainnya.

"Di Tanah Suci juga kami akan memantau dengan ketat terkait dengan isu kesehatan. Misalnya isu demensia, isu penyakit menular, dan sebagainya. Itu menjadi perhatian khusus kami," pungkas Dahnil.

Artikel terkait

Rekomendasi