Umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan waktu-waktu mustajab guna memanjatkan permohonan kepada Allah SWT agar doa lebih cepat dikabulkan sebagaimana dilaporkan pada Rabu (15/4/2026). Penentuan waktu-waktu istimewa ini didasarkan pada tuntunan hadis Nabi Muhammad SAW dan kitab suci Al-Qur'an.
Pemilihan waktu yang tepat dinilai krusial agar setiap muslim tidak melewatkan kesempatan emas dalam berkomunikasi dengan Sang Pencipta. Dilansir dari Detikcom, buku karya Nurul Huda yang berjudul Doa Para Nabi dan Rasul menyebutkan bahwa kehadiran hati dan sikap rendah hati atau tawadhu merupakan rukun utama dalam berdoa.
Salah satu periode paling utama untuk memohon adalah pada sepertiga malam terakhir, yakni sekitar pukul 01.00 hingga 03.30 WIB. Selain itu, malam Lailatul Qadar di bulan Ramadan juga menjadi momentum yang sangat mulia bagi para hamba untuk memanjatkan keinginan mereka.
"Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman, 'Orang yang berdoa kepada-Ku akan Ku-kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Ku-berikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Ku-ampuni'," kata Rasulullah SAW sebagaimana tercantum dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim.
Waktu mustajab lainnya meliputi jeda antara kumandang azan dan ikamah, saat turun hujan, serta ketika seorang hamba sedang bersujud dalam salatnya. Kondisi setelah menunaikan salat fardu juga menjadi saat yang disarankan untuk memperbanyak permohonan.
Kesempatan doa yang tidak tertolak juga dimiliki oleh orang-orang yang sedang menjalankan ibadah puasa serta mereka yang sedang berada dalam perjalanan atau musafir. Hari Jumat pun memiliki satu waktu khusus yang jika dimanfaatkan dengan benar, niscaya permohonan hamba akan dikabulkan.
Umat Islam juga disarankan berdoa setelah menyelesaikan bacaan 30 juz Al-Qur'an atau khatam. Anjuran serupa berlaku saat mendengar suara ayam berkokok, ketika sedang berjihad, melaksanakan ibadah haji, umrah, hingga dalam situasi peperangan.