Umat Islam Perlu Manfaatkan Waktu Mustajab Berdoa Antara Adzan dan Iqamah

Umat Islam Perlu Manfaatkan Waktu Mustajab Berdoa Antara Adzan dan Iqamah
Foto: Ilustrasi Umat Islam Perlu Manfaatkan Waktu Mustajab Berdoa Antara Adzan dan Iqamah.

Momen singkat yang sering terlewatkan oleh banyak umat Islam adalah jeda antara berkumandangnya adzan dan iqamah. Padahal, dikutip dari Cahaya, waktu tersebut merupakan salah satu kesempatan paling istimewa untuk memanjatkan permohonan kepada Allah SWT.

Landasan utama keistimewaan waktu ini merujuk pada sabda Nabi Muhammad SAW yang menegaskan kekuatannya. Beliau menyampaikan bahwa doa yang dipanjatkan di antara dua seruan shalat tersebut memiliki jaminan tidak akan tertolak.

"Sesungguhnya doa yang tidak tertolak adalah doa di antara adzan dan iqamah, maka berdoalah pada waktu itu." (HR. Ahmad). Ketegasan hadis ini menjadi alasan kuat mengapa umat Islam sangat dianjurkan untuk tidak menyia-nyiakan ruang waktu tersebut.

Mengenai jenis bacaan yang dianjurkan, tidak ditemukan satu lafaz doa yang bersifat kaku atau wajib dibaca secara spesifik. Para ulama bersepakat bahwa momen mustajab ini bersifat terbuka untuk segala macam hajat dan kebutuhan setiap Muslim.

Imam Al-Imrani dalam kitab Al-Bayan menjelaskan bahwa hukum berdoa pada waktu tersebut adalah sunnah. Beliau menekankan pentingnya memanfaatkan momen tersebut tanpa adanya pembatasan redaksi doa tertentu dari syariat.

Peluang dikabulkannya doa ini sangat besar selama isinya tidak melanggar ketentuan agama. Imam As-Suyuti mengingatkan bahwa doa tetap harus dipanjatkan dengan adab yang baik, serta tidak ditujukan untuk kemaksiatan maupun memutus tali silaturahim.

Anjuran Doa Keselamatan dari Rasulullah

Meskipun tidak ada kewajiban membaca doa tertentu, Rasulullah SAW memberikan arahan mengenai permohonan yang paling utama. Ketika para sahabat bertanya mengenai apa yang sebaiknya diucapkan, beliau memberikan petunjuk singkat namun mendalam.

"Mintalah kepada Allah keselamatan (afiyah) di dunia dan akhirat." Jawaban ini menjadi dasar bagi para ulama untuk menyimpulkan bahwa doa terbaik adalah yang menyangkut keselamatan, kesehatan, dan keberkahan hidup manusia.

Daftar Doa yang Dapat Diamalkan

Beberapa doa dari Al-Qur'an dan hadis sahih berikut sering direkomendasikan untuk dibaca saat menunggu iqamah:

1. Doa Memohon Keselamatan (Afiyah)

Ϻ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Å┘à┘æ┘Ä ÏÑ┘É┘å┘æ┘É┘è Ïú┘ÄÏ│┘ÆÏú┘Ä┘ä┘Å┘â┘Ä Ïº┘ä┘ÆÏ╣┘ÄϺ┘ü┘É┘è┘ÄÏ®┘Ä ┘ü┘É┘è Ϻ┘äÏ»┘æ┘Å┘å┘Æ┘è┘ÄϺ ┘ê┘ÄϺ┘ä┘ÆÏóÏ«┘ÉÏ▒┘ÄÏ®┘É

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon keselamatan (kesehatan dan kesejahteraan) kepada-Mu di dunia dan di akhirat."

Rasulullah SAW juga mengajarkan versi yang lebih luas mencakup keluarga dan harta benda:

Ϻ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Å┘à┘æ┘Ä ÏÑ┘É┘å┘æ┘É┘è Ïú┘ÄÏ│┘ÆÏú┘Ä┘ä┘Å┘â┘Ä Ïº┘ä┘ÆÏ╣┘Ä┘ü┘Æ┘ê┘Ä ┘ê┘ÄϺ┘ä┘ÆÏ╣AF┘É┘è┘ÄÏ®┘Ä ┘ü┘É┘è Ï»┘É┘è┘å┘É┘è ┘ê┘ÄÏ»┘Å┘å┘Æ┘è┘ÄϺ┘è┘Ä ┘ê┘ÄÏú┘Ä┘ç┘Æ┘ä┘É┘è ┘ê┘Ä┘à┘ÄϺ┘ä┘É┘è

Allahumma inni as-alukal ÔÇÿafwa wal ÔÇÿaafiyata fi diinii wa dunyaaya wa ahlii wa maalii. Doa ini dianggap sangat komprehensif karena meliputi aspek fisik, mental, hingga spiritual.

2. Doa Kebaikan Dunia dan Akhirat

Ï▒┘ÄÏ¿┘æ┘Ä┘å┘ÄϺ ÏóϬ┘É┘å┘ÄϺ ┘ü┘É┘è Ϻ┘äÏ»┘æ┘Å┘å┘Æ┘è┘ÄϺ Ï¡┘ÄÏ│┘Ä┘å┘ÄÏ®┘ï ┘ê┘Ä┘ü┘É┘è Ϻ┘ä┘ÆÏóÏ«┘ÉÏ▒┘ÄÏ®┘É Ï¡┘ÄÏ│┘Ä┘å┘ÄÏ®┘ï ┘ê┘Ä┘é┘É┘å┘ÄϺ Ï╣┘ÄÏ░┘ÄϺϿ┘Ä Ïº┘ä┘å┘æ┘ÄϺÏ▒┘É

Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ÔÇÿadzaaban naar. Ayat dari Surah Al-Baqarah ini mencakup seluruh dimensi keinginan manusia dalam hidupnya.

3. Doa Perlindungan dari Kegelisahan

Ϻ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Å┘à┘æ┘Ä ÏÑ┘É┘å┘æ┘É┘è Ïú┘ÄÏ╣┘Å┘êÏ░┘Å Ï¿┘É┘â┘Ä ┘à┘É┘å┘Ä Ïº┘ä┘Æ┘ç┘Ä┘à┘æ┘É ┘ê┘ÄϺ┘ä┘ÆÏ¡┘ÄÏ▓┘Ä┘å┘ÉÏî ┘ê┘ÄÏú┘ÄÏ╣┘Å┘êÏ░┘Å Ï¿┘É┘â┘Ä ┘à┘É┘å┘Ä Ïº┘ä┘ÆÏ╣┘Äϼ┘ÆÏ▓┘É ┘ê┘ÄϺ┘ä┘Æ┘â┘ÄÏ│┘Ä┘ä┘ÉÏî ┘ê┘ÄÏú┘ÄÏ╣┘Å┘êÏ░┘Å Ï¿┘É┘â┘Ä ┘à┘É┘å┘Ä Ïº┘ä┘ÆÏ¼┘ÅÏ¿┘Æ┘å┘É ┘ê┘ÄϺ┘ä┘ÆÏ¿┘ÅÏ«┘Æ┘ä┘ÉÏî ┘ê┘ÄÏú┘ÄÏ╣┘Å┘êÏ░┘Å Ï¿┘É┘â┘Ä ┘à┘É┘å┘Æ Ï║┘Ä┘ä┘ÄÏ¿┘ÄÏ®┘É Ïº┘äÏ»┘æ┘Ä┘è┘Æ┘å┘É ┘ê┘Ä┘é┘Ä┘ç┘ÆÏ▒┘É Ïº┘äÏ▒┘æ┘Éϼ┘ÄϺ┘ä┘É

Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa susah dan duka, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan kikir, serta dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia." (HR. Al-Bukhari).

Dampak Spiritual dan Psikologis

Selain nilai teologis, praktik berdoa di waktu tenang ini memiliki korelasi dengan kesehatan mental. Dalam pandangan modern, momen reflektif saat berdoa mampu membantu menurunkan tingkat stres dan meningkatkan fokus seseorang.

Abdul Muhsin Al-Badr dalam Fiqh Al-AdÔÇÖiyyah wal Adzkaar menyebut waktu ini sebagai "ruang spiritual" yang sangat berharga. Bahkan, tokoh ulama seperti Abdul Aziz bin Baz dikenal selalu memanfaatkan waktu ini secara khusus untuk berkomunikasi dengan Sang Pencipta.

Waktu antara adzan dan iqamah mengajarkan bahwa ketenangan tidak selalu membutuhkan durasi yang lama. Dalam kesadaran memanfaatkan momen yang tepat, setiap individu bebas membawa harapan pribadinya tentang rezeki, keluarga, maupun ketenangan batin.

Artikel terkait

Rekomendasi