Produsen otomotif VinFast memastikan tiga model sepeda motor listrik miliknya akan masuk ke pasar Indonesia pada Juni 2026 dengan spesifikasi teknis yang lebih tinggi dibandingkan versi Vietnam. Langkah penyesuaian performa ini diambil setelah perusahaan melakukan riset mendalam terkait kondisi geografis dan karakteristik pengendara di Tanah Air.
Model Evo, Feliz II, dan Viper diproyeksikan menjadi andalan baru bagi konsumen lokal sebagaimana dilansir dari Otomotif. Peningkatan kemampuan mesin dan fitur pendukung menjadi fokus utama agar kendaraan mampu beroperasi optimal di tengah kepadatan kota dan medan jalan yang bervariasi.
CEO VinFast e-Scooter Indonesia Market, Yordan Satriadi, memberikan penjelasan mengenai latar belakang penguatan spesifikasi tersebut dalam pertemuan di Hanoi pada Jumat, 24 April 2026. Penyesuaian ini diklaim sebagai jawaban atas kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia yang berbeda dengan negara asal VinFast.
"Kenapa Indonesia speknya lebih tinggi? Karena kita menyesuaikan. Sekali lagi, kita melakukan research. Kebutuhan dan geografis Indonesia secara jalan, secara kepadatan, secara habit orang Indonesia mengendarai sepeda motor, tentunya berbeda dengan yang di Vietnam," kata Yordan Satriadi, CEO VinFast e-Scooter Indonesia Market.
Selain tenaga mesin, manajemen VinFast menekankan pentingnya jarak tempuh minimal untuk mengatasi kekhawatiran pengguna atau range anxiety. Perusahaan menetapkan standar bahwa seluruh unit yang dipasarkan di Indonesia wajib melampaui jarak 100 kilometer dalam satu siklus daya.
"Untuk saat ini, berdasarkan studi, jarak tempuh yang bisa kita tawarkan adalah di atas 100 Km. Harusnya itu sudah cukup buat pemakaian sehari-hari di Indonesia," pungkas Yordan Satriadi, CEO VinFast e-Scooter Indonesia Market.
Aspek teknis lain yang turut ditingkatkan adalah sistem pengereman regeneratif atau regenerative braking. Fitur ini dianggap krusial bagi wilayah Indonesia yang memiliki banyak kontur jalan berbukit untuk memaksimalkan efisiensi energi saat deselerasi.
Chief Engineer of E-Scooter & E-Bike VinFast, Nguyen Dac Tuan, menyatakan bahwa teknologi dasar pada motor mereka sudah mendukung fitur tersebut secara bawaan. Penyesuaian kekuatan pengereman dapat dilakukan secara fleksibel sesuai preferensi pengguna di lapangan.
"Jika pasar meminta regenerative braking yang lebih kuat, kami bisa mengaturnya melalui software. Kami sangat mendengarkan kebutuhan pasar," kata Nguyen Dac Tuan, Chief Engineer of E-Scooter & E-Bike VinFast.
Pembaruan perangkat lunak akan menjadi sarana utama dalam menyesuaikan teknis kendaraan dengan permintaan pasar lokal. Inovasi ini diharapkan mampu memposisikan motor listrik VinFast sebagai moda transportasi yang tangguh di wilayah perkotaan besar di Indonesia.