Viktor Axelsen Pensiun Akibat Cedera Punggung Kronis

Viktor Axelsen Pensiun Akibat Cedera Punggung Kronis
Foto: Ilustrasi Viktor Axelsen Pensiun Akibat Cedera Punggung Kronis.

Bintang bulutangkis asal Denmark, Viktor Axelsen, memutuskan untuk mengakhiri karier profesionalnya pada usia 32 tahun tepat pada Kamis (16/4/2026). Keputusan gantung raket ini diambil setelah sang atlet berjuang menghadapi gangguan saraf terjepit dan cedera punggung kronis.

Kondisi medis yang menimpa peraih medali emas Olimpiade tersebut menyoroti risiko kesehatan serius yang tidak hanya mengintai atlet elite, tetapi juga masyarakat umum yang aktif berolahraga. Penjelasan mengenai risiko ini dilansir dari Detik Health melalui tinjauan medis pakar bedah saraf.

Dokter spesialis bedah saraf dari RS Lamina Jakarta Selatan, dr Faisal M, SpBS, menjelaskan bahwa terdapat beragam faktor yang memicu terjadinya cedera punggung atau Hernia Nucleus Pulposus (HNP). Masalah ini bisa muncul akibat aktivitas fisik yang tidak dilakukan dengan prosedur yang benar.

Bagi pelaku olahraga amatir atau pemula, dr Faisal menekankan bahwa penggunaan otot secara berlebihan dan posisi tubuh yang keliru menjadi penyebab utama. Kesalahan sederhana dalam teknik pendaratan saat melompat bahkan diklaim mampu memberikan tekanan instan yang merusak struktur tulang belakang.

Berbeda dengan pemula, kerusakan pada atlet profesional biasanya merupakan dampak dari tekanan fisik yang terakumulasi dalam jangka panjang. Beban kerja yang diterima bantalan tulang secara terus-menerus mengakibatkan keausan komponen tulang belakang tersebut.

"Jadi kalau ada benturan-benturan kecil tapi berulangm nah itu bisa berisiko," kata dr Faisal, dokter bedah saraf RS Lamina.

Meskipun terdapat risiko cedera, masyarakat tetap diimbau untuk tidak meninggalkan aktivitas fisik demi menjaga kebugaran. Kunci utama dalam berolahraga adalah kesadaran individu untuk memahami dan menghormati batasan kemampuan fisik masing-masing.

"Misalnya baru pertama lari nih, atau coba angkat beban, itu nggak boleh terlalu dipaksa. Jadi sekuatnya saja," pesan dr Faisal.

Hingga saat ini, edukasi mengenai teknik olahraga yang benar terus digalakkan untuk meminimalisir risiko cedera permanen pada saraf pusat. Pasien yang mengalami gejala nyeri punggung disarankan segera melakukan konsultasi medis guna mencegah kerusakan lebih lanjut.

Artikel terkait

Rekomendasi