Venesa Gunawan Batalkan Pernikahan Akibat Ketidakpastian Komitmen Pasangan

Venesa Gunawan Batalkan Pernikahan Akibat Ketidakpastian Komitmen Pasangan
Foto: Ilustrasi Venesa Gunawan Batalkan Pernikahan Akibat Ketidakpastian Komitmen Pasangan.

Venesa Gunawan (28), seorang kreator konten asal Solo, Jawa Tengah, memutuskan untuk membatalkan rencana pernikahannya meski telah melangsungkan prosesi pertunangan resmi pada 25 Januari 2025. Keputusan berat ini diambil setelah munculnya ketidakpastian komitmen dan perubahan rencana sepihak dari pihak calon mempelai pria.

Kisah tersebut menjadi perhatian publik setelah diunggah melalui akun TikTok @venesagunawan_ dan telah ditonton lebih dari 1 juta kali. Sebagaimana dilansir dari Wolipop, Nesa mengungkapkan bahwa seluruh persiapan fisik dan administrasi untuk hari bahagianya sebenarnya sudah mencapai tahap akhir sebelum akhirnya dihentikan.

"Kedua keluarga sudah bertemu, acara tunangan sudah disiapkan dari pihak ku dan dilaksanakan pada tanggal 25 januari 2025 di Hotel Mahalaya Solo. Bahkan beberapa vendor sudah di-DP untuk pernikahan," ujar Venesa Gunawan, Content Creator.

Nesa menjelaskan bahwa keraguan mulai muncul saat pihak laki-laki secara mendadak mengundur tanggal pernikahan tanpa alasan yang jelas. Selain kendala jadwal, terdapat masalah internal terkait kesiapan hati dan arah masa depan hubungan yang memicu perbedaan pandangan mendalam.

"Namun seiring berjalannya waktu, muncul perubahan rencana dari pihak laki-laki yang membuat tanggal pernikahan harus diundur dengan alasan yang kurang jelas. Dan ada beberapa masalah internal yang aku nggak bisa jelaskan.. Dari situ mulai muncul banyak diskusi dan perbedaan pandangan. Bukan hanya tentang tanggal, tetapi tentang kesiapan, komitmen, dan arah hubungan ke depan," kenang Venesa Gunawan.

Dalam menghadapi situasi emosional tersebut, Nesa memilih untuk mengutamakan kejernihan hati dan doa daripada memaksakan ego. Ia merasa proses tersebut sangat melelahkan karena harus mempertimbangkan perasaan keluarga besar serta energi yang telah dikerahkan.

"Sebagai perempuan, tentu aku dan keluargaku berharap adanya kejelasan. Ketika kepastian itu terasa goyah, aku mulai merenung lebih dalam.. Aku banyak berdoa dan mencoba melihat semuanya dengan hati yang lebih tenang. Proses itu tentu tidak mudah, karena di satu sisi aku sudah melibatkan keluarga besar, waktu, tenaga, and perasaan yang tidak sedikit," tambah Venesa Gunawan.

Dukungan moral terbesar justru datang dari kedua orang tuanya yang lebih memprioritaskan kebahagiaan sang putri dibandingkan formalitas acara yang sudah direncanakan. Nesa sempat merasa bersalah karena telah menghabiskan banyak waktu dan biaya, namun orang tuanya menegaskan untuk tidak memikirkan hal tersebut.

"Ada rasa kecewa, ada rasa bersalah kepada orang tua karena merasa sudah membawa mereka sejauh itu dalam sebuah rencana besar. Tapi justru di situ aku melihat besarnya dukungan keluarga. Mereka lebih memilih melihat aku bahagia dan tenang, daripada memaksakan sesuatu yang belum tentu membawa kebaikan ke depan," jelas Venesa Gunawan.

Kini Nesa meyakini bahwa kegagalan tersebut adalah bentuk perlindungan agar tidak terjebak dalam fondasi rumah tangga yang tidak kokoh. Baginya, pernikahan membutuhkan kesiapan karakter yang jauh lebih penting daripada sekadar perayaan pesta.

"Akhirnya aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan tersebut. Keputusan itu bukan karena membenci atau menyalahkan siapa pun, tetapi karena aku percaya pernikahan bukan hanya soal cinta dan persiapan acara. Pernikahan membutuhkan kesiapan karakter, kedewasaan, dan kepastian hati dari kedua belah pihak. Aku percaya ketika Tuhan menutup satu jalan, itu karena Dia sedang menjaga kita dari sesuatu yang belum tentu baik," tutup Venesa Gunawan.

Unggahan Nesa tersebut memicu gelombang simpati dan berbagi pengalaman serupa dari para pengguna media sosial lainnya di kolom komentar.

"Kakkk i feel youuu! aku rencana nikah 14 februari kemarin, tapi 12 januari nikahanku dibatalin sepihak karena ortunya tiba2 jodohin dia sama mantannya yg sama2 dokter­ƒÿ¡ tapi rencana Tuhan pasti yg terbaik­ƒñù," ucap @veeÔØú´©Å, Pengguna TikTok.

Komentar lain datang dari netizen yang sedang mengalami keraguan serupa dalam menghadapi rencana pernikahan mereka.

"Kaakk aq jg mau nikah sebulan lagi, tapi tiap hari hatiku malah semakin ragu, tiap aq omongin ke ortu malah mereka marah dan nyalahin aq, trus aq harus gmn kak? ­ƒÑ║," ujar @Sagigirl, Pengguna TikTok.

Beberapa netizen lainnya menyatakan rasa syukur atas keputusan berani untuk membatalkan rencana yang dirasa tidak tepat demi masa depan yang lebih baik.

"Kakkk i feel youuu ­ƒÿ¡­ƒÆ£ terima kasih Tuhan sudah menyelamatkan di waktu terbaikMu. Bersyukurrr banget sama Tuhan karena punya banyak bgt cara buat meyakinkan untuk membatalkan pernikahan itu. Sekarang aku jd lebih fokus ke hidupku sendiri bersama Tuhan, yang mungkin lama aku abaikan ­ƒÑ╣," saut @Xenna si Mbak Bakul, Pengguna TikTok.

Pendapat mengenai pentingnya menghindari pernikahan yang salah juga ditekankan oleh warganet sebagai bentuk keberuntungan di balik musibah.

"Bersyukur masih tidak jadi menikah.. itu bukan musibah... musibah yang sesungguhnya adalah jika kamu jadi di pernikahan yang salah...." kata @Sui Nie, Pengguna TikTok.

Artikel terkait

Rekomendasi