UOB Indonesia Buka Kompetisi Seni Lukis POY 2026

UOB Indonesia Buka Kompetisi Seni Lukis POY 2026
Foto: Ilustrasi UOB Indonesia Buka Kompetisi Seni Lukis POY 2026.

Ajang penghargaan seni rupa bergengsi bagi para seniman di Asia Tenggara, UOB Painting of the Year (POY), kembali hadir di tanah air. Dilansir dari Lifestyle, kompetisi yang digagas sejak 1982 ini kini memasuki pelaksanaan tahun ke-16 di Indonesia secara berkesinambungan.

Selain di Indonesia, perhelatan ini juga digelar secara serentak di negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Selama empat dekade terakhir, inisiatif ini fokus pada pengembangan karier para perupa di kawasan regional.

Para pemenang dari setiap negara nantinya akan dipertemukan dalam kategori UOB Southeast Asian Painting of the Year. Pemenang di tingkat regional berhak membawa pulang hadiah uang tunai senilai 13.000 dolar Singapura.

Tak hanya materi, pemenang juga mendapatkan kesempatan berharga untuk mengikuti program residensi seniman di luar negeri. Luke Ariefiandi, Head of Strategic Communications and Brand UOB Indonesia, menjelaskan tujuan utama dari penyelenggaraan ajang ini.

"Kompetisi ini mencerminkan komitmen jangka panjang kami dalam mendukung perkembangan komunitas seni lokal. Kami berfokus dalam memberdayakan seniman untuk tumbuh secara berkelanjutan di luar kompetisi," ujar Luke Ariefiandi.

Dukungan bagi para seniman tidak berhenti pada tahap pemberian penghargaan semata. Melalui wadah UOB Art Alumni Network, para perupa Indonesia diberikan akses untuk terhubung dengan berbagai peluang di panggung internasional.

Fasilitas yang disediakan mencakup pameran, diskusi seni, hingga kolaborasi profesional yang dirancang demi memperluas visibilitas karya. Salah satu bentuk pengembangan nyata adalah kesempatan mengikuti program UOB-NAFA Studios Residency di Paris.

Tahun ini, Aurora Arazzi yang merupakan pemenang Gold Award kategori Established Artist UOB POY 2025 terpilih mengikuti residensi tersebut. Ia dijadwalkan menetap di Cit├® Internationale des Arts, Paris, mulai Juli 2026 mendatang.

Pembaruan Kriteria dan Panel Juri

Pihak penyelenggara melakukan pembaruan kriteria pada kategori Established Artist atau Seniman Profesional untuk edisi kali ini. Langkah ini diambil agar proses kurasi tetap relevan dengan dinamika ekosistem seni rupa saat ini.

Seniman dalam kategori profesional wajib memenuhi minimal tiga syarat, seperti pernah bekerja sama dengan galeri komersial atau telah menjual karya. Selain itu, keterlibatan dalam pameran, penerimaan komisi seni, atau perolehan penghargaan juga menjadi poin penilaian.

Komposisi panel juri tahun ini dipimpin oleh Melati Suryodarmo selaku Ketua Dewan Juri. Ia didampingi oleh Agung Hujatnika dan Heri Pemad, yang ketiganya dikenal sangat aktif dalam kancah seni rupa nasional maupun mancanegara.

Pendaftaran UOB POY 2026 dibuka mulai 6 Mei hingga 31 Juli 2026 untuk warga negara atau penduduk tetap Indonesia minimal usia 16 tahun. Peserta diminta mengirimkan satu karya seni orisinal dalam format digital.

Pengumuman pemenang untuk tingkat nasional akan dilaksanakan pada 24 September 2026. Selanjutnya, peraih gelar terbaik akan mewakili Indonesia pada ajang regional di Singapura yang dijadwalkan pada 28 Oktober 2026.

UOB Indonesia turut mengadakan rangkaian roadshow di kota Bandung dengan melibatkan praktisi seni. Program edukatif ini bertujuan menginspirasi generasi muda sekaligus mendalami wawasan artistik di tengah masyarakat.

Artikel terkait

Rekomendasi