UEA Gunakan Iron Dome Israel Tangkis Serangan Rudal Iran

UEA Gunakan Iron Dome Israel Tangkis Serangan Rudal Iran
Foto: Ilustrasi UEA Gunakan Iron Dome Israel Tangkis Serangan Rudal Iran.

Uni Emirat Arab (UEA) mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome buatan Israel untuk menghalau serangan rudal dan drone berskala besar dari Iran pada Senin waktu setempat. Pemanfaatan teknologi militer ini mempertegas penguatan aliansi keamanan antara Abu Dhabi dan Tel Aviv di tengah ketegangan kawasan.

Kementerian Pertahanan UEA menyatakan bahwa sistem pertahanan tersebut berhasil menetralisir 12 rudal balistik, tiga rudal jelajah, serta empat drone yang mengarah ke wilayah mereka. Sebagaimana dilansir dari Detik iNET, ledakan pencegatan terdengar di berbagai wilayah namun pihak berwenang memastikan tidak ada kerusakan bangunan yang signifikan.

Laporan dari Financial Times dan Axios menyebutkan bahwa Israel telah memindahkan satu baterai Iron Dome beserta personel pengoperasian ke UEA secara rahasia. Selain itu, sistem pengawasan canggih dengan jangkauan deteksi hingga 20 kilometer juga dipasang untuk memantau pergerakan proyektil Iran.

Israel dikabarkan turut mengirimkan sistem pertahanan berbasis laser terbaru mereka, Iron Beam, untuk memperkuat perlindungan udara UEA. Langkah ini dianggap sebagai pengerahan operasional teknologi pertahanan Israel yang sangat jarang terjadi di luar perbatasan negara mereka sendiri.

Pihak UEA melalui Anwar Gargash, penasihat presiden, memberikan catatan mengenai kondisi politik regional saat ini. Menurut penjelasannya, sikap monarki Arab Teluk sekarang berada pada posisi paling lemah secara historis dalam menghadapi konflik dengan Iran.

Kerja sama militer ini bukan merupakan langkah pertama, setelah sebelumnya Israel memasok sistem Barak-8 pada 2022 menyusul serangan kelompok Houthi. Namun, sumber keamanan Israel menekankan adanya batasan dalam dukungan pasokan baterai pertahanan tambahan bagi mitra regional mereka.

"Setiap baterai yang dikerahkan di sana berarti berkurangnya satu baterai untuk pertahanan udara kami," kata pejabat tersebut.

Meskipun menolak permintaan tambahan unit Iron Dome, kehadiran personel militer Israel di wilayah UEA menjadi indikasi kuat mendalamnya kemitraan strategis yang terjalin sejak Perjanjian Abraham tahun 2020. Israel saat ini terus menyeimbangkan antara kebutuhan keamanan domestik dan upaya memperluas pengaruh di negara-negara Teluk.

Artikel terkait

Rekomendasi