Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan mengoperasikan sistem pertahanan udara canggih buatan Israel, termasuk Iron Dome, untuk menghalau serangan udara berskala besar dari Iran pada Senin waktu setempat. Dilansir dari Detik iNET, kerja sama militer ini menjadi sinyal perluasan kemitraan strategis antara Abu Dhabi dan Tel Aviv di tengah ketegangan regional.
Kementerian Pertahanan UEA mengonfirmasi bahwa unit pertahanan udara mereka berhasil mencegat total 12 rudal balistik, tiga rudal jelajah, serta empat pesawat tanpa awak (drone). Meskipun ledakan terdengar di berbagai titik wilayah akibat proses intersepsi tersebut, pihak berwenang memastikan tidak ada kerusakan parah yang terjadi di daratan.
Laporan dari Financial Times dan Axios menyebutkan bahwa Israel secara rahasia telah memindahkan baterai Iron Dome beserta personel operatornya ke wilayah UEA. Selain sistem pencegat rudal, Tel Aviv juga mengirimkan sistem pengawasan mutakhir yang memiliki kemampuan mendeteksi ancaman dari jarak hingga 20 kilometer.
Israel dikabarkan turut mengerahkan Iron Beam, sebuah teknologi pertahanan udara berbasis laser yang masih sangat baru. Langkah ini dianggap sebagai pengerahan operasional yang sangat langka bagi teknologi pertahanan terbaru Israel di luar wilayah kedaulatan mereka sendiri.
Anwar Gargash, penasihat presiden UEA, memberikan pandangannya mengenai situasi geopolitik saat ini dan sikap negara-negara tetangga. Ia menyoroti dinamika aliansi di kawasan Teluk yang dinilai sedang mengalami pergeseran signifikan.
"Sikap sesama monarki Arab Teluk pada saat ini secara historis adalah yang paling lemah," kata Anwar Gargash, penasihat presiden UEA.
Hubungan pertahanan kedua negara ini sebenarnya telah terjalin sejak normalisasi melalui Perjanjian Abraham pada 2020. Pada tahun 2022, Israel juga sempat memasok sistem Barak-8 ke Abu Dhabi setelah adanya serangan dari kelompok Houthi di Yaman yang memakan korban jiwa.
Kendati demikian, dukungan militer Israel tetap memiliki batasan demi menjaga prioritas keamanan domestik mereka sendiri. Hal ini terungkap saat Tel Aviv merespons permintaan tambahan unit pertahanan dari pihak Abu Dhabi.
"Setiap baterai yang dikerahkan di sana berarti berkurangnya satu baterai untuk pertahanan udara kami," kata seorang pejabat keamanan Israel kepada CNN.
Penolakan terhadap permintaan tambahan baterai Iron Dome tersebut menunjukkan adanya titik keseimbangan yang dijaga Israel antara memperdalam hubungan dengan negara Teluk dan kebutuhan melindungi wilayahnya sendiri dari ancaman luar.