Turunkan Berat Badan Tanpa Hilang Massa Otot dengan Strategi Tepat

Turunkan Berat Badan Tanpa Hilang Massa Otot dengan Strategi Tepat
Foto: Ilustrasi Turunkan Berat Badan Tanpa Hilang Massa Otot dengan Strategi Tepat.

Menjaga massa otot menjadi elemen krusial bagi individu dengan obesitas saat menjalani program penurunan berat badan. Dilansir dari Lifestyle, mempertahankan jaringan otot sangat penting untuk menekan risiko penyakit kronis seperti diabetes, kanker, dan gangguan jantung.

Otot merupakan jaringan metabolik yang tetap aktif membakar kalori meski tubuh sedang dalam kondisi beristirahat. Jika penurunan berat badan terjadi secara drastis tanpa memerhatikan kesehatan otot, maka metabolisme tubuh berisiko melambat secara signifikan.

Kondisi ini memicu tubuh menjadi mudah lelah dan menyebabkan berat badan kembali naik dengan cepat setelah masa diet berakhir. Untuk mencegah hal tersebut, latihan beban secara rutin sangat disarankan di samping memenuhi standar olahraga 150 menit per minggu.

Latihan fisik yang dilakukan secara bertahap berfungsi merangsang pertumbuhan sel otot sekaligus memperkuat stamina tubuh secara keseluruhan. Penggunaan bantuan medis dalam program penurunan berat badan juga harus mempertimbangkan aspek perlindungan massa otot.

Mengutip laporan Reuters pada 16 April 2026, penelitian menunjukkan bahwa semaglutide Wegovy memiliki keunggulan dalam mempertahankan massa tanpa lemak. Hal ini dibandingkan dengan tirzepatide yang meskipun lebih efektif menurunkan berat badan, namun memiliki perbedaan dalam menjaga komposisi tubuh.

"Peneliti menekankan bahwa keberhasilan penurunan berat badan tidak hanya ditentukan oleh jumlah kilogram yang hilang, tetapi juga oleh kualitas komposisi tubuh yang tetap terjaga."

Gaya hidup harian juga memberikan dampak besar terhadap hasil akhir program ini. Kurangnya aktivitas fisik selama masa terapi dikaitkan dengan peningkatan risiko hilangnya massa tubuh tanpa lemak pada berbagai jenis pengobatan.

Berdasarkan hasil uji klinis terdahulu, perubahan massa otot pada pengguna semaglutide tidak menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan dengan kelompok plasebo. Selain itu, fungsi fisik pasien terpantau tetap terjaga dengan baik selama masa pemantauan.

Asupan nutrisi, terutama protein, memegang peranan vital sebagai bahan bakar pertumbuhan otot. Tubuh memerlukan protein untuk dipecah menjadi asam amino yang kemudian digunakan dalam proses pembangunan jaringan otot baru.

Pedoman kesehatan merekomendasikan orang dewasa untuk mengonsumsi setidaknya 0,8 gram protein per kilogram berat badan setiap harinya. Konsumsi protein yang cukup membantu memastikan tubuh tidak kehilangan kekuatan selama proses defisit kalori.

Proses penurunan berat badan sebaiknya dilakukan secara bertahap agar massa otot tidak menyusut dengan cepat. Konsultasi dengan dokter diperlukan untuk menyusun program yang tepat, termasuk penentuan jenis obat-obatan pendukung yang aman bagi kesehatan jangka panjang.

Artikel terkait

Rekomendasi